Virus Corona di Jawa Timur
Kasus Virus Corona di Jawa Timur Sentuh Angka 2372 Kasus, Klaster TKHI Surabaya Jadi yang Tertinggi
Total konfirmasi positif Covid-19 virus corona di Jawa Timur menyentuh angka 2372 kasus per Selasa (19/5/3/2020).
Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim mengumumkan penambahan kasus positif virus corona.
Per Selasa (19/5/3/2020), ada tambahan 92 pasien positif baru virus corona di Jawa Timur.
Total konfirmasi positif Covid-19 di Jawa Timur menyentuh angka 2372 kasus.
• Hikmah Ramadhan Bupati Abuya Busyro Karim di Tengah Covid-19: Jadikan Rumah sebagai Tempat Ibadah
• Mal di Surabaya Mulai Dipadati Pengunjung Jelang Idul Fitri, Pembeli Borong Pakaian hingga Sembako
• Satu Pasien Virus Corona di Jember Sembuh, Sebelumnya Tertular Covid-19 dari Klaster Sukolilo
Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, Kohar Hari Santoso mengatakan, tidak ada penambahan klaster baru penyebaran virus corona di Jawa Timur sampai sekarang.
Jika pun ada tambahan, Kohar mengatakan, penambahan tersebut berasal dari klaster yang lama.
"Bukan klaster baru tapi penambahan jumlah kasus di dalam klaster itu," kata Kohar.
"Seperti diketahui (di Jawa Timur) ada klaster pabrik rokok, pondok pesantren, pasar," sambung dia.
"Kalau jumlah klaster barunya tidak (bertambah)," tambahnya.
• Dirut RSUD Dr Soetomo Surabaya: Penggunaan Masker Bisa Turunkan Penularan Covid-19 hingga Nol
Dari data yang terakhir dipaparkan Kohar, ada 57 klaster yang ada di Jawa Timur.
Tiga klaster terbesar merupakan klaster tenaga kesehatan haji Indonesia (TKHI) Sukolilo, Surabaya.
Lalu, ada klaster Ponpes Al Fatah Temboro Magetan dan klaster pabrik rokok di kawasan Rungkut Surabaya.
Selain itu, ada juga Klaster pasar tradisional, mulai Pasar Kota Bojonegoro hingga beberapa pasar di Surabaya, seperti Pasar Simo Gunung, Pasar Jojoran, dan Pasar Keputran.
Sebelumnya, Kohar juga pernah memamparkan jika Pasar Keputran Surabaya mempunyai potensi persebaran Covid-19 yang tinggi, mengingat pasar ini menjadi sentral jual beli di Jawa Timur.
• Warga Malang Dilarang Halal bi Halal saat Hari Raya Idul Fitri, Bupati Sanusi: Bisa Pakai Ponsel
"Salah satunya adalah pedagang yang terkonfirmasi positif virus corona berasal dari Pujon Malang, yang tercatat sebagai kasus 693," kata Kohar Kamis (14/5/2020) lalu.
"Beliau merupakan pengepul di Pasar Pujon, yang sering riwa-riwi ke Pasar Keputran," sambung dia.