Virus Corona di Jember

Satu Pasien Virus Corona di Jember Sembuh, Sebelumnya Tertular Covid-19 dari Klaster Sukolilo

Ada satu pasien virus corona Covid-19 di Kabupaten Jember yang dinyatakan telah sembuh.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Shutterstock.com
ilustrasi - Satu Pasien Virus Corona di Jember Sembuh, Sebelumnya Tertular Covid-19 dari Klaster Sukolilo 

TRIBUNMADURA.COM, JEMBER - Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jember mengumumkan adanya satu pasien virus corona sembuh, Selasa (19/5/2020).

Pasien virus corona yang sembuh itu berasal dari Kecamatan Ajung.

Ia tercatat sebagai kasus terkonfirmasi positif ke-3 di Kabupaten Jember, yang masuk dalam klaster Sukolilo.

Dirut RSUD Dr Soetomo Surabaya: Penggunaan Masker Bisa Turunkan Penularan Covid-19 hingga Nol

Warga Malang Dilarang Halal bi Halal saat Hari Raya Idul Fitri, Bupati Sanusi: Bisa Pakai Ponsel

Warga Malang Hari Ini Terima Paket Sembako Isi Beras, Telur, dan Minyak Goreng secara Door to Door

Satu pasien sembuh ini menambah daftar pasien sembuh di Kabupaten Jember menjadi lima orang.

"Sembuh dari Kecamatan Ajung," ujar Kepala Diskominfo Jember, Gatot Triyono, Selasa (19/5/2020).

Setelah dinyatakan sembuh dan dipulangkan dari rumah sakit, orang tersebut harus menjalani isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.

Isolasi mandiri itu di bawah pengawasan petugas Puskesmas setempat, dan dibantu perangkat desa dan Muspika Ajung.

Kasus ke-3 ini termasuk pasien yang cukup lama menjalani perawatan dan isolasi di rumah sakit rujukan.

Dia menjalani isolasi di rumah sakit sejak 31 Maret lalu dan dinyatakan sembuh pada 19 Mei.

Satu Keluarga di Nangkaan Bondowoso Positif Virus Corona, Jadi Klaster Tersendiri Kasus Covid-19

Berdasarkan data dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jember, per tanggal 19 Mei 2020, jumlah kasus positif virus corona di Kabupaten Jember mencapai 24 kasus.

Rinciannya, lima orang sembuh, 17 orang masih dirawat di rumah sakit, dan dua orang meninggal dunia.

Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 146 orang.

Kematian di kelompok PDP mencapai 26 orang, terdiri atas 11 orang meninggal dengan hasil tes negatif Covid-19.

Lalu, delapan orang dengan hasil rapid tes reaktif dan tujuh orang rapid tes non reaktif (negatif).

Dari informasi yang dihimpun Surya ( grup TribunMadura.com ), Selasa (19/5/2020), satu orang PDP meninggal dunia ketika dirawat di sebuah rumah sakit rujukan.

Satu Keluarga di Bojonegoro Positif Virus Corona, Berawal dari Penularan Covid-19 Orang Tua ke Anak

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved