Gedung Kantor Dinkes Sumenep Runtuh
BREAKING NEWS - Gedung Kantor Dinkes Sumenep Runtuh, Padahal Bangunan Telan Dana Anggaran Rp 4,5 M
Gedung Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep dengan nilai anggaran Rp 4,5 miliar runtuh.
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana
TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Gedung Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Madura, runtuh, Kamis (21/5/2020) .
Sebelumnya, Gedung Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep merupakan proyek APBN tahun 2014 dengan nilai anggaran Rp 4,5 miliar.
Pantauan di lokasi, gedung Gedung Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep runtuh bagian konsol beton dan tembok benangan di bagian belakang gedung.
• Mall di Surabaya ini Wajibkan Pengunjung dan Karyawan Pakai Face Shield saat Pandemi Covid-19
• 15 Ribu Warga Kota Malang Dapat Bantuan Rp 300 Ribu selama Tiga Bulan, Ini Lokasi Pencairan Dananya
• RSUD Dr Slamet Martodirdjo Pamekasan Pastikan Limbah APD Dibuang sesuai Protokol Pencegahan Covid-19
Warga setempat mengetahui peristiwa itu sudah diketahui pada Rabu (20/5/2020) sekitar pukul 11.00 WIB.
Konstruksi gedung tersebut terlihat sangat memprihatinkan, pada bagian pojok bangunan juga terlihat ada yang retak-retak.
Jika yang retak itu pada bagian kolom atau beton penyangga utama, maka akan mengancam keselamatan para penghuni di dalamnya.
Akibat konsol beton dan tembok benangan kantor Dinkes tersebut, unit outdoor air conditioner (AC) rusak dan pipa AC penyambung dengan unit indoor juga terputus.
Kepala Dinkes Sumenep, Agus Mulyono mengaku tidak tahu penyebab runtuhnya bagian gedung tersebut.
"Kejadiannya waktu itu saat saya sedang mengikuti rapat di Pemda," kata Agus Mulyono.
• Ini Alasan Manajemen Mall Plaza Marina Surabaya Wajibkan Pengunjung dan Karyawan Pakai Face Shield
• Kebijakan MUI Malang Tentang Salat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19, Desa Zona Merah Disorot
Agus Mulyono berharap, dengan kondisi gedung tersebut tidak sampai mengganggu aktivitas kerja Dinkes.
"Semoga tidak menghalangi aktivitas dan kinerja pegawai kami," harapnya.
Menanggapi persoalan ini, Ketua DPRD Sumenep, Abdul Hamid Ali Munir mengatakan, kualitas gedung kantor yang runtuh tersebut tidak ada kaitannya dengan Dinkes terkait.
Namun kata politisi PKB ini, hal itu berkaitan dengan pihak rekanan proyek yang membangun pada 2014 lalu.
Dari itulah, pihaknya meminta Pemerintah memberikan pelajaran pada pihak rekanan yang mengerjakan pembangunan gedung tersebut.