Virus Corona di Pamekasan

RSUD Dr Slamet Martodirdjo Pamekasan Pastikan Limbah APD Dibuang sesuai Protokol Pencegahan Covid-19

Lokasi yang ditunjuk RSUD Dr H Slamet Martodirdjo Pamekasan sebagai tempat pembuangan APD tenaga medis setelah merawat pasien virus corona.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
RSUD Dr H Slamet Martodirdjo Pamekasan, Selasa (14/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Siti Nurbaya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pada 24 Maret 2020, menerbitkan surat edaran soal pengelolaan limbah infeksius (B3) dan sampah rumah tangga dari penanganan virus corona.

Surat edaran itu harus dijadikan pedoman penanganan bagi pemerintah pusat dan daerah dalam mengendalikan paparan dan menghindari penumpukan limbah infeksius.

Surat edaran (SE) bernomor Nomor 2/2020 ini jadi pedoman penanganan limbah infeksius dan pengelolaan sampah rumah tangga, berasal dari rumah tangga yang terdapat orang dalam pemantauan, sampah rumah tangga, dan sampah sejenis rumah tangga.

Buntut Aksi Pria Berjubah Putih Berselisih dengan Petugas di Check Point, Terancam Dilaporkan

Terkuak Identitas Pemilik Mobil yang Ditumpangi Pria Berjubah Putih di Check Point, Bukti Plat Nomor

Toko Mainan di Kota Batu Diminta Tutup selama PSBB Malang Raya, Terancam Disegel Jika Menolak

Regulasi ini menyatakan, sarana kesehatan seperti alat pelindung diri (APD), alat dan sampel laboratorium yang telah digunakan merupakan B3 yang berupa limbah infeksius.

Soal limbah infeksius virus corona pada fasilitas layanan kesehatan, pedoman ini memberikan arahan, bahwa lama penyimpanan limbah infeksius dalam kemasan tertutup maksimal dua hari sejak dihasilkan.

Wadir Pelayanan Medik RSUD Dr H Slamet Martodirdjo Pamekasan, dr Mahzar mengatakan, APD yang sudah dipakai tenaga medis rumah sakit langsung disimpan sesuai prosedur protokol kesehatan pencegahan Covid-19 sebelum dibuang.

Untuk pembuangan APD berupa baju Hazmat dan lainnya yang sudah dipakai, kata dia, langsung diambil oleh pihak ketiga.

Pihak ketiga itu, dijelaskan Mahzar yang berwenang sebagai pengangkut bekas APD untuk dijadikan limbah serta agar tidak menularkan virus.

Takbir Keliling di Jember Resmi Dilarang, Polisi Siap Lakukan Patroli saat Malam Takbiran

"Aman untuk pembuangannya," kata Mahzar kepada TribunMaduran.com, Kamis (21/5/2020).

Mahzar juga menjelaskan, saat APD yang sudah dipakai dan dilakukan packing untuk dibuang, sudah dilakukan sesuai dengan protokol penanganan dan pembuangan limbah APD.

Dalam setiap harinya, kata dia, ada sekitar 100 APD baju hazmat yang dibuang oleh tenaga medis RSUD Dr H Slamet Martodirdjo Pamekasan usai dipakai untuk menangani pasien virus corona.

"Pastinya sudah dibuang di lokasi yang aman dan jauh dari masyarakat. Sebab limbah APD ini dikhawatirkan akan menjadi sarang penularan penyebaran virus corona," tutupnya.

Barbershop di Surabaya ini Beri Promo selama Pandemi Covid-19, Pelanggan Bisa Bayar Harga Suka-Suka

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved