Idul Fitri 2020

Kebijakan MUI Malang Tentang Salat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19, Desa Zona Merah Disorot

MUI mengimbau agar masyarakat Kabupaten Malang lebih baik menunaikan ibadah salat Idul Fitri di rumah.

TRIBUNMADURA.COM/ACHMAD ZAIMUL HAQ
ilustrasi - Kebijakan MUI Malang Tentang Salat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19, Desa Zona Merah Disorot 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malang mengeluarkan kebijakan pedoman salat Idul Fitri bagi umat Islam.

Kebijakan pedoman salat Idul Fitri itu dikeluarkan mengingat Lebaran tahun ini masih dalam situasi pandemi Covid-19 atau virus corona.

Dalam kebijakan itu, MUI mengimbau agar masyarakat Kabupaten Malang lebih baik menunaikan ibadah salat Idul Fitri di rumah.

15 Ribu Warga Kota Malang Dapat Bantuan Rp 300 Ribu selama Tiga Bulan, Ini Lokasi Pencairan Dananya

Mall di Surabaya ini Wajibkan Pengunjung dan Karyawan Pakai Face Shield saat Pandemi Covid-19

Akhir Kisah Romansa Yeo Da Kyung, Sosok Pelakor Drama Korea The World of the Married, Tak Bahagia?

Imbauan itu tertuang dalam Surat Edaran MUI Kabupaten Malang Nomor 13/SP/MUI-KAB.MLG/V/2020 tentang Pelaksanaan salat Idul Fitri 1441 H di masa Pemberlakuan PSBB di Kabupaten Malang.

"Mengimbau dengan sangat agar pelaksanaan salat Idul Fitri 1441 H dilaksanakan di rumah masing-masing," tulis surat yang ditandatangani oleh Sekretaris MUI Kabupaten Malang, Muhajir.

Ketika dikonfirmasi, Muhajir menerangkan, bagi desa atau kelurahan yang terkonfirmasi memiliki warga terjangkit Covid-19, diharuskan melaksanakan salat Idul Fitri di rumah masing-masing.

"Salat Ied harus dilaksanakan di rumah masing masing jika desanya ada yang terkonfirmasi Covid-19," kata Muhajir, Kamis (21/5/2020).

Apabila masyarakat mendapati kondisi pelaksanaan salat Ied terpaksa dilakukan berjamaah di masjid, musala, atau tanah MUI Kabupaten Malang tak melarangnya.

RSUD Dr Slamet Martodirdjo Pamekasan Pastikan Limbah APD Dibuang sesuai Protokol Pencegahan Covid-19

Toko Mainan di Kota Batu Diminta Tutup selama PSBB Malang Raya, Terancam Disegel Jika Menolak

"Kecuali daerah yang ada kasus terkonfirmasi Covid-19 pelaksanaan Sholat Ied tetap harus di rumah," ujar Muhajir.

Bagi yang terpaksa harus menunaikan Sholat Ied di masjid, MUI Kabupaten Malang mengeluarkan kebijakan protokol kesehatan.

Aturan protokol kesehatan tersebut mewajibkan jemaah memakai masker, menjaga jarak aman mininal 1 meter.

Jemaah diwajibkan membawa sajadah pribadi, tidak bersalaman dan mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.

"Jika terdapat jamaah yang sakit atau suhu tubuhnya 38°Celcius ke atas, tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan ibadah berjamaah," tegas Muhajir.

Pada poin aturan selanjutnya, MUI Kabupaten Malang meminta panitia pelaksana salat Ied untuk memperpendek bacaan-bacaan surat dan khotbah.

"Kami meminta agar kegiatan takbir keliling ditiadakan," imbau Muhajir. (ew)

Takbir Keliling di Jember Resmi Dilarang, Polisi Siap Lakukan Patroli saat Malam Takbiran

Bom Ikan Meledak di Rumah Warga Pasuruan Jelang Buka Puasa, Diduga Aksi Dilakukan Menantu Sendiri

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved