Idul Fitri 2020

Pemprov Jatim Imbau Salat Idul Fitri di Rumah, Berikan Kaifiah Salat hingga Khutbah Secara Online

Khofifah Indar Parawansa mengimbau masyarakat tidak melakukan silaturahmi dari rumah ke rumah saat momen perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H.

TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengimbau masyarakat salat idul fitri di rumah saja. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengimbau masyarakat tidak melakukan silaturahmi dari rumah ke rumah saat momen perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H yang akan jatuh pada hari Minggu (24/5/2020) mendatang.

Khofifah Indar Parawansa juga meminta agar masyarakat salat Idul Fitri juga di rumah, tidak di masjid sebagaimana dianjurkan oleh Wakil Presiden RI dan juga dari MUI serta Kemenag.

Dalam imbauannya disebutkan bahwa bagi yang terdampak Covid-19 seperti Jawa Timur yang sudah masuk zona merah maka diharapkan untuk salat di rumah masing-masing.

Stabilkan Harga Bahan Pokok, Lumbung Pangan Jatim Serap 232,4 Ton Beras Lokal, Petani Tidak Rugi

3003 Personel PLN UID Jatim Disebar ke 53 Titik Pengamanan Pasokan Listrik Menjelang Idul Fitri

115 Warga Reaktif Rapid Test, BPBD Jatim Drop Satu Truk Sembako untuk Kampung Tangguh Kedung Baruk

“Daerah yang terdampak Covid-19 yang sudah ada warganya yang terkonfirmasi positif maka diharapkan salat Idul Fitri di rumah masing-masing, dan kita siapkan format khutbah di web Pemprov,” kata Khofifah Indar Parawansa dalam konferensi pers yang dilakukan di Gedung Negara Grahadi, Jumat (22/5/2020).

Dalam website tersebut terdapat format khutbah Idul Fitri dan kaifiah salat Idul Fitri dan bagaimana prosesnya dari awal hingga.

Mulai dari bagaimanan proses persiapan solat Idul Fitri dan bagaimana proses alatnya.

“Dengan begini kami berharap agar seluruh masyarakat tidak kehilangan khidmadnya merayakan 1 Syawal,” kata Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bahwa saat ini silaturahmi secara langsung dari rumah ke rumah menjadi hal yang sangat berisiko di tengah pandemic Covid-19.

“Kami mengimbau dengan sangat agar warga Jatim untuk tidak melakukan silaturahmi dari rumah ke rumah. Karena saat ini persentase orang tanpa gejala (OTG) di Jawa Timur kian meningkat, mencapai 34 persen,” kata Khofifah Indar Parawansa .

Khofifah Indar Parawansa mewanti, bahwa saat ini pertumbuhan kasus orang terinfeksi Covid-19 masih terus meningkat dan harus diantisipasi oleh seluruh pihak.

Oleh sebab itu dalam merayakan 1 Syawal kali ini Khofifah Indar Parawansa  mengimbau dengan sangat agar silaturahmi dilakukan secara online.

“Apalagi besok itu sudah perpekan, biasanya saat perpekan itu pasar-pasar tradisional itu padat. Maka minggu kemarin kami juga sudah melakukan koordinasi dengan pemda dan pengelola pasar agar pasar tradisional itu di-manage dengan aman sehingga perdagangan bisa tetap jalan tapi orang tidak berkerumun,” kata Khofifah Indar Parawansa .

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved