Virus Corona di Jember

Pedagang Pasar Tanjung Jember Masih Nekat Berjualan, Sebut Penutupan Pasar Dilakukan Secara Mendadak

Para pedagang di sekitar Pasar Tanjung Jember nekat berjualan meski pasar ditutup sementara, Senin (25/5/2020).

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/SRI WAHYUNIK
Pedagang berjualan di trotoar sekitar Pasar Tanjung Jember. 

TRIBUNMADURA.COM, JEMBER - Para pedagang di sekitar Pasar Tanjung Jember nekat berjualan meski pasar ditutup sementara, Senin (25/5/2020).

Mereka berjualan di trotoar sisi utara Jalan Trunojoyo yang berdekatan dengan Jalan Dr Wahidin, jalan di sisi timur Pasar Tanjung.

Beberapa pedagang yang masih berjualan antara lain pedagang sayur dan bunga.

Eko Widodo, seorang pedagang sayur mengaku masih tetap berjualan meski ia tahu ada instruksi penutupan Pasar Tanjung. Lelaki itu biasanya berjualan di Jalan Dr Wahidin.

"Sekarang kan ditutup dan dilarang berjualan di situ. Ya melipir ke sini (Jalan Trunojoyo)," ujar Eko yang ditemui Surya, Senin (25/5/2020) sore.

PSBB Surabaya Raya Diperpanjang hingga 8 Juni 2020, Pemkot Bikin Program Kampung Wani Jogo Suroboyo

Viral Tukang Jahit Ngamuk hingga Bongkar Pembatas Jalan, Keluarga Minta Maaf, Tukijo Sedang Depresi

PSBB Surabaya Raya Tahap Tiga, Pemkab Sidoarjo Evaluasi, Tren Penyebaran Covid-19 Sangat Tinggi

Pemkab Jember membuat kebijakan menutup pusat perbelanjaan, mall dan pasar tradisional selama tujuh hari mulai 23 Mei 2020 sampai 29 Mei 2020.
Pemkab Jember membuat kebijakan menutup pusat perbelanjaan, mall dan pasar tradisional selama tujuh hari mulai 23 Mei 2020 sampai 29 Mei 2020. (TRIBUNMADURA.COM/SRI WAHYUNIK)

Dia bersama temannya Fani berjualan di trotoar, di sebelah timur pertigaan Jalan Dr Wahidin dan Jalan Trunojoyo.

Keduanya berjualan sejak pukul 11.00 WIB.

Sekitar pukul 16.30 Wib, beberapa personel Satpol PP meminta mereka mengangkuti barang jualan mereka.

Hanya beberapa ikat sayur di lapak mereka.

Jalan Dr Wahidin Pasar Tanjung Jember yang Ditutup Pemkab Kini Jadi Tempat Anak-anak Bermain Bola

Toyota Kijang Plat Nomor Surabaya Terbakar di Jalan PB Sudirman Malang, Satu Orang Alami Luka Bakar

Langgar PSBB Malang Raya, Pria Surabaya Berangkat ke Lawang Bareng Keluarga Hanya untuk Beli Madu

Eko menuturkan dirinya memang nekat tetap berjualan.

"Mau gimana lagi. Kalau nggak jualan dapat pendapatan dari mana," ujar Eko.

Dia mengaku mendapatkan penghasilan minimal Rp 200 ribu setiap kali berjualan.

Dia hanya menjual sayur segar seperti kangkung, sawi, juga bayam.

Eko juga memilih secara kontinyu menjual sayurnya karena dia menanam sendiri di lahannya di Kelurahan Kebonagung Kecamatan Kaliwates.

Karenanya, dia tetap menjual sayur yang telah dipanennya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved