Breaking News:

Virus Corona di Kediri

Selama Lebaran Ada Lonjakan Kunjungan Perantau yang Pulang Kampung ke Ruang Observasi Kota Kediri

Meski ada tidak mudik, Ruang Observasi di Kota Kediri mencatat adanya lonjakan warga yang datang dari kota-kota di Jawa Timur menjelang Lebaran.

TRIBUNMADURA.COM/DIDIK MASHUDI
Ruang Observasi yang disiapkan untuk warga pendatang dari luar kota yang masuk ke Kota Kediri di Gedung GNI, Selasa (26/5/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, KEDIRI - Meski ada tidak mudik, Ruang Observasi di Kota Kediri mencatat adanya lonjakan warga yang datang dari kota-kota di Jawa Timur menjelang Lebaran.

Rata-rata ruang observasi ini kedatangan kurang dari 20 orang setiap harinya.

Menurut Ridwan, petugas dari Karang Taruna yang juga berjaga Gedung Nasional Indonesia (GNI) menyebutkan, rata-rata mereka datang dari kota-kota sekitar Jawa Timur yaitu Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

“Mereka tidak mudik. Ya, memang rumahnya Kota Kediri. Ke kota-kota itu hanya berkunjung. Beberapa bekerja dan rutin datang ke Ruang Observasi,” kata Ridwan, Selasa (26/5/2020).

PSBB Gresik Tahap 3 Gunakan Format Peningkatan Protokol Kesehatan dari Tingkat Desa hingga Kerumunan

BREAKING NEWS - 2 Anak Berusia 4 Tahun di Pasuruan Tewas Terpanggang di Dalam Mobil

Soal Cuaca Panas yang Terjadi Beberapa Hari Terakhir, Begini Penjelasan BMKG

Ada 3 orang yang harus bekerja bolak-balik ke Surabaya sehingga setiap kali datang, mereka lapor ke Ruang Observasi.

Hingga kini, Ruang Observasi untuk Kecamatan Kota di Gedung GNI sudah mencatat sejumlah 283 warga yang melapor sejak dibuka.
Mereka semua dalam kondisi sehat tanpa keluhan.

Sementara Ruang Observasi untuk Kecamatan Mojoroto di GOR Joyoboyo mencatat sejumlah 462 warga yang melapor.

“Pada malam Lebaran paling tinggi. Jumlahnya sampai 70 orang,” kata Eko Widodo, petugas di Ruang Observasi GOR.

Mereka rata-rata tinggal di Ruang Observasi antara 12-24 jam dan baru bisa melanjutkan perjalananan, menuju Kota Kediri.

Hanya pada saat penuh, menjelang Hari Raya, beberapa warga tinggal selama 6 jam di Ruang Observasi.

Sama dengan Ruang Observasi yang lain, warga ini datang dari kota-kota di dalam Provinsi Jawa Timur.

“Kami terus pantau kesehatannya. Mereka semua tidak menunjukkan tanda-tanda Covid-19 dan suhu pun normal. Maka kami izinkan pulang dengan membawa surat,” tambah Vivit, petugas dari puskesmas.

Rapid Test Covid-19 di Desa Giripurno Kota Batu, 31 Orang Reaktif dan Langsung Jalani Tes Swab

Janjian di samping Makam dan Lakukan Tawuran, Tujuh Anggota Gengster di Bawah Umur Dibekuk Polisi

Pasien Covid-19 di Kabupaten Banyuwangi Bertambah 1 Orang, Pria 24 Tahun Dirawat di Kota Surabaya

Pengawasan ketat dilakukan di tingkat RT masing-masing dan juga warga sekitar.

Apabila ada warga yang datang dari luar dan belum melapor, maka RT/RW akan mengantar warga tersebut ke Ruang Observasi terdekat.

Bila RT/RW sedang bertugas, maka tetangga yang akan mengawasi dan meminta pendatang tersebut untuk segera lapor.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved