Breaking News:

Berita Malang

Soal Cuaca Panas yang Terjadi Beberapa Hari Terakhir, Begini Penjelasan BMKG

Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat tidak cemas dalam menyikapi cuaca panas yang terjadi selama sepekan terakhir.

dok.ist/net
ilustrasi cuaca panas 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat tidak cemas dalam menyikapi cuaca panas yang terjadi selama sepekan terakhir.

Cuaca panas adalah dinilai hal lumrah sebagai penanda datangnya musim kemarau di tahun 2020.

“Masyarakat dihimbau tidak panik dengan suasana gerah yang terjadi, tetapi perlu menjaga kesehatan dan stamina sehingga tidak terjadi dehidrasi dan iritasi kulit,” ucap Herizal, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Selasa (26/5/2020).

PSBB Surabaya Raya Diperpanjang, Kapolresta Sidoarjo Sebut Ada Strategi Baru, Maksimalkan Peran Desa

 

60 Persen Pasien Terkonfirmasi Covid-19 di Sampang Madura Didominasi Klaster Pasar Srimangunan

Rapid Test Covid-19 di Desa Giripurno Kota Batu, 31 Orang Reaktif dan Langsung Jalani Tes Swab

Berdasarkan catatan meteorologis BMKG, suhu maksimum terjadi saat siang hari di Sentani, Papua yang mencapai 36 derajat celsius.

Kemudian di Jabodetabek dan Jawa Timur yang mencapai 35 derajat celsius selam lima hari terakhir.

Sementara rerata kelembaban udara di sebagian besar wilayah Indonesia berada pada kisaran 80 sampai 100 persen.

“Wilayah perkotaan terutama di kota besar umumnya memiliki suhu udara yang lebih panas dibandingkan bukan wilayah perkotaan,” katanya.

Herizal mengatakan cuaca panas mengakibatkan rasa gerah karena kelembaban udara cenderung tinggi.

Kelembaban udara yang tinggi membuat jumlah uap air terkandung dalam udara semakin banyak.

Janjian di samping Makam dan Lakukan Tawuran, Tujuh Anggota Gengster di Bawah Umur Dibekuk Polisi

Pasien Covid-19 di Kabupaten Banyuwangi Bertambah 1 Orang, Pria 24 Tahun Dirawat di Kota Surabaya

Gara-gara Corona, Mobil Damkar Bantuan CSR dari Petronas Sampang Hanya Terpajang di Tempat Parkir

“Semakin banyak uap air yang dikandung dalam udara, maka akan semakin lembap udara tersebut. Apabila suhu meningkat akibat pemanasan matahari langsung karena berkurangnya tutupan awan, suasana akan lebih terasa gerah,” jelasnya.

Agar terhindar dari masalah kesehatan akibat cuaca panas, Herizal menyarankan masyarakat banyak meminum air putih dan memakan buah segar. Selain itu, dianjurkan memakai tabir surya.

“Sehingga tidak terpapar langsung sinar matahari yang berlebih dan lebih banyak berdiam dirumah pada saat pemberlakuan PSBB,” tutupnya.

Hasil pantauan BMKG menunjukkan sebagian besar wilayah Zona Musim (ZOM) sudah mulai memasuki musim kemarau. Wilayah-wilayah itu diantaranya NTT dan NTB, sebagian Jawa Timur bagian selatan, sebagian Jawa Tengah bagian utara dan timur, sebagian Jawa Barat bagian utara dan timur serta Bekasi bagian utara, Jakarta bagian utara, dan sebagian daerah Papua dan Maluku.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved