Breaking News:

Virus Corona di Malang

Beredar di WhatsApp Pesan Berantai soal Belasan Pasien Covid-19 di Singosari Malang, Ini Kata Dinkes

Beredar pesan berantai lewat WhatsApp tentang adanya 15 orang terjangkit virus corona atau Covid-19 asal Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

abcnews.go.com
ilustrasi - Beredar di WhatsApp Pesan Berantai soal Belasan Pasien Covid-19 di Singosari Malang, Ini Kata Dinkes 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Warga Kabupaten Malang belakangan ini diresahkan dengan pesan berantai melalui WhatsApp tentang pasien virus corona atau Covid-19.

Dalam pesan WhatsApp itu sebutkan bahwa ada 15 orang terjangkit Covid-19 asal Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo menerangkan, mayoritas pasien positif virus corona itu adalah jumlah akumulasi sebelum dilaksanakan PSBB Malang Raya.

Tenaga Kesehatan RS Universitas Airlangga Positif Covid-19, Layanan Pasien Dihentikan Sementara

Gubernur Khofifah Minta Warga Jawa Timur Sementara Waktu Tak Kembali ke Jakarta, Mohon Bersabar

Hari Pertama PSBB Surabaya Tahap 3, Mall Royal Plaza dan Tunjungan Plaza Banyak Didatangi Pengunjung

"Selama PSBB di sana (Singosari) ada tambahan 1 orang," kata Arbani ketika dikonfirmasi, Rabu (27/5/2020).

"Sisanya yang 14 orang itu, adalah data sebelum dilaksanakan PSBB," beber dia.

Arbani menambahkan, seluruh data perihal penambahan pasien Covid-19 telah disampaikan secara berkala ke Pemprov Jatim.

"Setiap data kami sampaikan juga melalui Satgas Covid-19 Kabupaten Malang setiap harinya," ungkap Arbani.

Keakuratan data pasien Covid-19 dipastikan Arbani akurat.

Karena melalui tes swab atau polymerase chain reaction (PCR).

"Memang membutuhkan waktu hingga data bisa disampaikan," ujar mantan Direktur Utama RSUD Lawang ini.

Arbani menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan tetap menjaga kesehatan.

Ia menyarankan kepada masyarakat agar menyaring terlebih dahulu tentang kebenaran informasi yang beredar. (ew)

Dua Anak di Pasuruan Tewas Terpanggang Dalam Mobil, Diduga Korban Sempat Bermain Korek Api

Tradisi Lebaran Ketupat, Warga Sumenep Madura Tak Bisa Liburan ke Tempat Wisata Karena Covid-19

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved