Virus Corona di Jawa Timur

Gubernur Khofifah Minta Warga Jawa Timur Sementara Waktu Tak Kembali ke Jakarta, 'Mohon Bersabar'

Masyarakat Jawa Timur diminta untuk tidak kembali ke DKI Jakarta dalam waktu dekat.

Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Dok. Pemprov Jatim
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa - Gubernur Khofifah Minta Warga Jawa Timur Sementara Waktu Tak Kembali ke Jakarta, 'Mohon Bersabar' 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa meminta, masyarakat Jawa Timur agar menahan sementara waktu untuk tidak kembali ke Jakarta.

Imbauan itu disampaikan Khofifah Indar Parawansa mengingat tingginya kasus positif Covid-19 atau virus corona di Ibu Kota.

"Yang kemarin sempat mudik ke berbagai daerah di Jawa Timur, jangan dulu kembali ke Jakarta," Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Selasa (26/5/2020).

Kasus Virus Corona di Jawa Timur Bertambah 64 Pasien, Kota Surabaya Jadi Penyumbang Terbanyak

Hari Pertama PSBB Surabaya Tahap 3, Mall Royal Plaza dan Tunjungan Plaza Banyak Didatangi Pengunjung

New Normal di Jawa Timur Belum Bisa Dilakukan Dalam Waktu Dekat, Hal Penting Ini Jadi Pertimbangan

"Selesaikan observasi dan sampai dinyatakan sehat dengan menunjukkan hasil rapid tes dan PCR tes," sambung dia.

"Sebaiknya tunggu situasi berangsur normal," ungkapnya.

Imbauan tersebut, lanjut Khofifah, sesuai dengan apa yang diinstruksikan pemerintah pusat untuk meminimalisasi adanya klaster baru atau gelombang baru di DKI Jakarta

"Episentrum penyebaran Covid-19 ada di Jakarta, jangan sampai terjadi ledakan pasien positif Covid-19 lagi," ucap dia.

"Mohon untuk bersabar dan tidak gegabah," kata Khofifah yang juga pernah menjabat sebagai Mensos ini.

Selain itu, DKI Jakarta juga tengah memberlakukan PSBB hingga tanggal 4 Juni 2020 mendatang.

Jalan Nasional di Gresik Rusak Parah, Warga Mengeluh Sering Lihat Pengendara Terlibat Kecelakaan

Sutiaji Tak Ingin PSBB di Kota Malang Diperpanjang, Kini Tengah Susun Kebijakan untuk New Normal

"Kecuali mendesak dan memang urusan dinas, dipersilahkan," tambah dia.

"Meski demikian semua protokol kesehatan tetap wajib dipenuhi," lanjutnya.

Menurut Khofifah, dengan bermunculannya e-commerce juga membuka banyak peluang usaha dengan pasar yang jauh lebih luas.

Ia menilai, untuk mencari rezeki tidak harus jauh-jauh ke Jakarta, karena dari desa pun bisa memulai bisnis menggunakan e-commerce.

"Pasca munculnya Covid-19, gelombang transformasi bisnis ke ranah daring atau online semakin cepat," kata dia.

"Saya yakin jika kita bisa beradaptasi dengan cepat, maka peluang pun semakin besar," imbuhnya.

"Terkait modal, saat ini banyak peluang usaha dengan menjadi reseller atau drop shipper tanpa butuh modal besar," pungkas Khofifah.

6000 Warga Jember Jalani Rapid Test, Orang yang Hasil Tesnya Reaktif Diminta Isolasi di Rumah Sakit

Pria Trenggalek Dibakar Hidup-Hidup Sekelompok Remaja usai Lebaran, Begini Keadaan Korbannya

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved