Virus Corona di Jawa Timur

New Normal di Jawa Timur Belum Bisa Dilakukan Dalam Waktu Dekat, Hal Penting Ini Jadi Pertimbangan

Pemprov Jatim belum akan menerapkan New Normal karena kasus virus corona atau Covid-19 di Jawa Timur belum mencapai di bawah 1 persen.

TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin rakor persiapan PSBB di Gedung Bakorwil Malang, Rabu (13/5/2020) malam. 

TRIBUNJMADURA.COM, SURABAYA - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Pemprov Jatim belum akan menerapkan new normal.

Meski begitu, Khofifah Indar Parawansa menyebut, pihaknya telah mendiskusikan secara parsial dengan berbagai kalangan secara terbatas terkait rencana penerapan new normal tersebut.

"Format-format diskusi dan FGD (Focus Group Discussion) secara virtual dengan melibatkan BI, OJK, ekonom terus dilakukan," kata Khofifah Indar Parawansa, Selasa (26/5/2020).

6000 Warga Jember Jalani Rapid Test, Orang yang Hasil Tesnya Reaktif Diminta Isolasi di Rumah Sakit

Pria Trenggalek Dibakar Hidup-Hidup Sekelompok Remaja usai Lebaran, Begini Keadaan Korbannya

Pengertian Herd Immunity atau Kekebalan Kelompok, Mampukah Atasi Virus Corona di Indonesia?

"Dan kita menyiapkan berbagai tahapannya (menuju new normal)," sambung dia.

Ia menyebutkan, new normal akan diterapkan di Jawa Timur ketika rate of transmission atau tingkat penularan Covid-19 di Jawa Timur sudah di bawah 1 persen dari jumlah penduduk.

"Hari ini Jatim masih 1,32 persen. Surabaya 1,6 persen. Penurunan rate of transmission ini menjadi penting untuk menjadikan patokan memulai new normal," ugkapnya.

"Hari ini konsentrasi kita adalah pada penurunan penyebaran dan penghentian penyebaran," ucap Khofifah.

Khofifah yang pernah menjabat sebagai Menteri Sosial ini menyampaikan salah satu fokus penghentian penularan Covid-19 di Jawa Timur adalah di Surabaya Raya.

Kata dia, di Surabaya Raya lebih dari 80 persen kasus Covid-19 di Jawa Timur berasal dari Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik.

"Pola-pola yang sudah kita ukur melibatkan pakar epidemiologi akan fokus pada penurunan penyebaran sampai penghentian penyebaran sambil kita menyiapkan beberapa rencana untuk melakukan New Normal," kata dia.

"tertutama untuk perusahaan dan berbagai sektor perdagangan di Jatim," ujar Khofifah.

Salah satu yang akan disiapkan menuju new normal, lanjut Khofifah, adalah melakukan reedukasi dan resosialisasi Protokol kesehatan kepada masyarakat secara bottom up atau memulai dari bawah yaitu dari tingkatan RT dan RW.

"Dengan reedukasi dan resosialisasi, Insyaallah warganya juga sungkan kalau gak pakai masker keluar rumah," ujar Khofifah.

"Saya rasa social punishment yang paling memberikan dampak ketika tetangga kanan kiri sudah mengingatkan," tambah dia.

"Kalau kita dari pemprov terlalu jauh. Maka rt memiliki tingkat efektivitas yang tinggi untuk mereedukasi warganya," pungkasnya.

Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved