Berita Gresik

Jalan Nasional di Gresik Rusak Parah, Bikin Warga Resah, Banyak Pengendara yang Kecelakaan

Warga sekitar Jalan Raya Duduksampean, Desa Setrohadi, mengeluhkan rusaknya jalan raya. Kerusakan jalan tersebut mengakibatkan sering kecelakaan

Penulis: Soegiyono | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/SOEGIYONO
Jalan Raya Duduksampean Desa Setrohadi, Gresik berlubang. Akibatnya, membahayakan pengendara motor dan mobil, Selasa (26/5/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, GRESIK - Jalan raya rusak menyebabkan banyak kecelakaan yang terjadi.

Kejadian terbaru motor dihantam oleh mobil setelah terjebak lubang di jalan raya.

Warga sekitar Jalan Raya Duduksampean, Desa Setrohadi, mengeluhkan rusaknya jalan raya.

Kerusakan jalan tersebut mengakibatkan sering terjadi kecelakaan, Selasa (26/5/2020). 

Keluhan tersebut disampaikan warga Desa Setrohadi, Kecamatan Duduksampean, yang sering melihat kecelakaan di jalan raya Duduksampean.

Warga sering menolong para korban yang terperosok di jalan yang berlubang. 

Gubernur Khofifah Minta Warga Jawa Timur Sementara Waktu Tak Kembali ke Jakarta, Mohon Bersabar

Hari Pertama PSBB Surabaya Tahap 3, Mall Royal Plaza dan Tunjungan Plaza Banyak Didatangi Pengunjung

"Kemarin nyaris kepala pengendara motor tertabrak mobil akibat terjatuh saat melintas di jalan berlubang," kata Ahmed Khusaini, warga Duduksampeyan, yang sering yangkruk di warung dekat jalan-jalan berlubang. 

Menurut Ahmed, jalan lubang jalan terus sangat berbahaya pengguna motor dan mobil, sebab lubangnya sekitar 15 sentimeter dan melebar ke tepi jalan, sehingga banyak pengendara motor terperosok dan terjatuh.

Sebab mengerem mendadak. 

"Saat akan melintas di jalan berlubang itu, banyak kendaraan mobil sedan mengerim mendadak dan motor. Akibatnya kendaraan belakangnya langsung ikut mengerim mendadak.

Bahkan terjadi tambakkan beruntun," katanya. 

Sementara Arifin, pemilik warung Bangkit Jaya, warga Setrohadi, Kecamatan Duduksampean, mengatakan, akibat jalan rusak tersebut sering memakan korban.

Sebab, kondisi jalan yang ada di tanjakan dan jalur cepat, sehingga banyak kendaraan mobil dan motor yang melaju kencang. 

Akibatnya, ketika melintas di jalan berlubang tersebut langsung mengerim mendadak. Akhirnya terjadi kecelakaan.

"Ada yang tabrakan beruntun dan ada yang pengendara motor terperosok hingga terjatuh sampai babak belur.

Ada juga yang nyaris terlintas mobil di belakangnya," kata Arifin, saat menunggu warung. 

Bahkan, upaya Arifin dalam mencegah terjadi kecelakaan dilakukan dengan menguruk jalan berlubang tersebut menggunakan pasir dan batu.

Namun, karena jumlah kendaraan yang melintas sangat banyak dan besar-besar sehingga urukan pasir dan batu tersebut cepat hilang.

6000 Warga Jember Jalani Rapid Test, Orang yang Hasil Tesnya Reaktif Diminta Isolasi di Rumah Sakit

Adegan Ranjang Yeo Da Kyung & Lee Tae Oh Drama Korea The World of the Married, Han So Hee Akui Gugup

Hingga akhirnya jalan tersebut kembali berlubang. 

Menurut Arifin, kerusakan jalan itu sudah sejak sebelum bulan suci Ramadan.

Namun, sampai sekarang juga belum diperbaiki.

Akibatnya, jalan tersebut banyak menimbulkan kecelakaan.

"Apalagi, tadi malam lampu penerangan jalan mati akibat hujan deras.

Pasti banyak pengendara motor yang terperosok.

Sebab, jalan berlubang itu tertutup genangan air hujan," imbuhnya. 

Padahal, rambu untuk mengurangi kecepatan sudah ada, namun banyak pengendara motor dan mobil yang kurang memperhatikan, sebab jalur yang lurus, sehingga pengendara kendaraan lebih memacu kendaraannya dengan kencang.

Akhirnya, ada yang mengerim mendadak dan terjadi kecelakaan.

"Setiap hari pasti ada yang kecelakaan saat melintas di jalan berlubang tersebut," imbuhnya. 

Dari pantauan di lokasi, jalan Raya Duduksampean tersebut merupakan jalan nasional.

Jalan yang rusak tersebut di atas jembatan.

Sepanjang jalan Raya Duduksampean juga banyak jalan berlubang.

Akibatnya, membahayakan pengendara motor. 

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Gresik Dhiannita Triastuti mengatakan, jalan raya Duduksampean merupakan wilayah balai besar pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).

Sehingga, Pemkab Gresik tidak bisa langsung memperbaiki. 

"Itu wilayah Balai besar juga tapi beda PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dengan Bunder - Krian," kata Dhiannita Triastuti. 

Dari kerusakan jalan nasional tersebut, Dinas PUTR Kabupaten Gresik hanya bisa melaporkan ke BBPJN.

"Jadi, kami tidak punya kewenangan untuk memperbaiki.

Kami hanya bisa koordinasi untuk mengajukan perbaikan," katanya. (ugy/Sugiyono). 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved