Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

Dua Hari Rapid Test Massal di Masjid Al Akbar Surabaya, Total 152 Warga Dinyatakan Reaktif

Menurut informasi, pada hari pertama rapid test massal tersebut diikuti 594 orang. Hasilnya ada 115 orang didapati dengan hasil reaktif.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/TONY HERMAWAN
Petugas medis sedang melakukan rapid test kepada seorang warga di Surabaya, Rabu (3/6/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Ratusan warga memadati sisi barat komplek Masjid Al Akbar Surabaya, mereka sedang mengikuti rapid test dan test swab massal yang diselenggarakan Pemkot Surabaya dan Badan Intelijen Negara (BIN).

Di tempat tersebut, kegiatan ini merupakan hari kedua.

Menurut informasi, pada hari pertama, Selasa (2/6/2020), rapid test massal tersebut diikuti 594 orang. Hasilnya ada 115 orang didapati dengan hasil reaktif.

Kepala Poliklinik BIN, dr Sri Wulandari mengatakan dari 115 orang yang reaktif hasil swabnya belum keluar. Sebab mobil laboratorium yang digunakan memeriksa sample reaktif per hari hanya bisa mendeteksi 72 sample.

 Rapid Test Covid-19 di Warung Kopi, 3 Pengunjung di Tuban Reaktif dan akan Jalani Tes Swab

BKD Jatim: Jadwal SKB CPNS Pemprov Jatim Bakal Segera Diumumkan

Empat Jenazah TKI asal Sampang Tertahan di Malaysia, Ini Penjelasan Diskumnaker

"Yang dari hari pertama hasil swabnya belum keluar. Itu karena mobil laboratorium kami kapasitasnya sehari untuk 72 sample. Jadi masih on proses ya," kata Sri Wulandari, Rabu (3/6/2020).

Siang ini, tercatat sudah ada 550 orang yang mengikuti rapid tes massal. Sementara hasilnya, ada 37 orang yang memiliki hasil reaktif.

"Mulai pagi hingga pukul 13.00 WIB sudah ada sekitar 550 orang. Kemudian ada reaktif 37 dan mereka langsung kami swab," ucap Sri Wulandari.

Kendati demikian, dr Sri Wulandari belum bisa menjelaskan hasil dari tes swab tersebut.

Sebab, pihaknya kini masih sedang memproses sample reaktif yang didapat pada hari kemarin (2/6).

"Belum diketahui. Kami ngerjain setelah beres kegiatan, karena pengerjaannya per spesimen swab butuh 2.5 sampai 5 jam. Jadi ini pun kami masih ngerjain yang belum terselesaikan kemarin," ucapnya. 

Wabah Virus Ebola Muncul di Kongo saat Pandemi Covid-19, Bagaimana Gejala dan Penyebarannya?

Disdik Sampang: Siswa PAUD-SMP Masuk Sekolah Mulai 2 Juni 2020, Pembelajaran Dilakukan di Rumah Saja

PSBB Malang Raya Berakhir, Dishub Kota Malang Kembali Operasionalkan Bus dan Terminal

Sementara, menyadari antusias warga yang tinggi, dr Sri Wulandari memastikan, pada hari ini pihaknya mempersiapkan 1000 rapid test.

Dengan persediaan tersebut, ia mempersilahkan bagi warga Surabaya yang belum melakukan rapid tes untuk segera mendatangi tempat tersebut.

"Animo sangat tinggi ya. Kami pun disini sedia 1000 (rapid tes). Silahkan datang dan ini cukup ya," ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved