Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

Netizen Ragukan Kebersihan Sarung Tangan yang Dipakai Petugas Rapid Test, Ini Jawaban Poliklinik BIN

Netizen di media sosial mempertanyakan sarung tangan yang digunakan para petugas medis melakukan rapid test massal di Kota Surabaya.

TRIBUNMADURA.COM/TONY HERMAWAN
Ratusan warga mengantre untuk mengikuti rapid test dan tes swab massal yang diselenggarakan Pemkot dan Badan Intelijen Nasional (BIN) di area Masjid Al-Akbar, Surabaya, Rabu (3/6/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Selama lima hari Pemkot Surabaya bersama dengan Badan Intelijen Negara ( BIN ) menggelar rapid test di beberapa tempat.

Rapid test dan tes swab ini sengaja digelar untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 di Kota Surabaya.

Para petugas medis melakukan rapid test dengan segala Alat Pelindung Diri (APD) seperti baju hazmat, masker, Face Shield dan sarung tangan.

Hingga pada akhirnya, netizen di media sosial mempertanyakan sarung tangan yang dipakai para petugas medis melakukan rapid test massal di Kota Surabaya.

“Min tanya dong itu sarung tangan petugasnya setiap periksa orang itu ganti gak sih..? Kok parno yah aku,” cuit netizen di kolom komentar salah satu akun twitter.

Jalani Sidang Perdana Korupsi, Bupati Sidoarjo Nonaktif Saiful Ilah Merasa Dirinya Menjadi Korban

Kapolres Pamekasan Tinjau Kampung Tangguh, Berikan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19

Era New Normal Naik Kereta Api Jarak Jauh, Penumpang Wajib Pakai Face Shield, Alatnya Disediakan KAI

Menanggapi hal itu, Kepala Poliklinik BIN, dr Sri Wulandari menerangkan, sarung tangan tidak perlu diganti jika tidak terkena bercak darah.

“Kemarin ada yang ngomong ke saya soal pertanyaan itu, jadi sarung tangan itu kalau kena darah, baru kami ganti,” kata dr Sri Wulandari saat ditemui di area sisi barat Masjid Al Akbar Surabaya, tempat dia melakukan rapid test massal, Rabu (3/6/2020).

Menurutnya, virus corona atau Covid-19 tidak bisa menempel pada sarung tangan. Sebab, sebelum warga melakukan rapid test, diharuskan terlebih dulu mencuci tangan.

"Orang yang mau diperiksa itu kami minta cuci tangan dulu. Artinya sudah bersih kan, lah itu baru bisa kami periksa," ucapnya.

Sementara untuk memastikan kebersihannya, tenaga medis juga diwajibkan selalu menggunakan hand sanitizer sebelum melakukan rapid test.

Bahkan sering kali petugas medis mengganti sarung tangannya, setelah menangani lima orang. 

“Biasanya setelah periksa lima orang kami ganti kok. Tapi tergantung juga kalau robek atau kena bercak darah ya gak nunggu lima kali langsung kami ganti,” jelasnya.

Aturan Baru Naik Kereta Api Jarak Jauh saat New Normal, Penumpang Wajib Pakai Face Shield

Zaskia Gotik Hamil Muda, Begini Upaya Sirajuddin Mahmud Menjaga Kehamilan Istri di Tengah Covid-19

Kelakuan Tak Pantas Anggota DPRD Tulungagung Ngamuk & Tinggalkan Miras, Disebut-sebut Politisi PDIP

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved