Jamur Enoki yang Mengandung Bakteri Listeria Dipastikan Sudah Tak Beredar, Simak Pernyataan Kementan
Kementerian Pertanian memastikan jamur enoki yang berasal dari produsen Green Co Ltd asal Korea Selatan sudah tak beredar di Indonesia.
TRIBUNMADURA.COM - Jamur enoki yang mengandung bakteri listeria dipastikan sudah tidak beredar lagi di Indonesia.
Kementerian Pertanian mengaku sudah memastikan hal tersebut.
Pihaknya juga mengawasi peredaran dari jamur enoki itu.
Kerja sama dengan negara asal jamur enoki yang diduga mengandung bakteri listeria juga sudah dilakukan.
Kementerian Pertanian memastikan jamur enoki yang berasal dari produsen Green Co Ltd asal Korea Selatan sudah tak beredar di Indonesia.
• Sinopsis Film Korea A Taxi Driver (2017), Kisah Nyata Sopir Taksi saat Pemberontakan Gwangju 1980
• Polemik RUU HIP, GUIB Gelar Unjuk Rasa di Depan DPRD Pamekasan, Tuntut RUU HIP untuk Dicabut
• Politisi Cium Celana Dalam Wanita Saat Sedang Rapat Online Dewan, Terungkap Alasan Kelakuan Anehnya
Jamur enoki dari produsen tersebut terbukti tercemar bakteri Listeria Monocytogenes.
“(Jamur enoki dari Korea Selatan) ini sudah dipastikan tidak ada di pasar. Yang kemarin kita ambil sampel di DKI,” ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi, Kamis (2/7/2020).
Agung menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Otoritas Kompeten Keamanan Pangan (OKKP) di beberapa daerah untuk mengawasi peredaran jamur tersebut.
“Saya sudah dapat berita dari otoritas daerah bahwa mereka sudah melakukan pengecekan di toko-toko yang jual jamur enoki. Sampai hari ini di Kalbar, Jambi, Ternate, jakarta dan daerah lainnya, mereka mengatakan jamur enoki asal Korea Selatan sudah tidak ada di pasaran. Sudah ditarik semua,” kata dia.
Selain itu, lanjut Agung, Kementan juga sudah meminta kepada importir produk tersebut untuk menarik dan memusnahkan jamur enoki itu.
Pemusnahan tersebut sudah dilakukan pada 22 Mei dan 19 Juni 2020 lalu.
Pemusnahan tersebut pun disaksikan oleh Kementan.
“Kementan melalui biro kerja sama luar energi sudah sampikan correctiv action ke dubes Korsel untuk kasih tahu bahwa ada produsen mereka yang proudki jamur enoki tercemar bakteri listeria,” ucap dia.
Sebelumnya, Pemerintah mendapatkan informasi dari International Food Safety Authority Network (INFOSAN) melalui Indonesia Rapid Alert System for Food and Feed (INRASFF) tentang Kejadian Luar Biasa (KLB) pada Maret-April 2020 di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia akibat mengkonsumsi jamur enoki asal Korea Selatan.
Jamur enoki asal Korea Selatan itu disebut tercemar bakteri Listeria monocytogenes.