Virus Corona di Mojokerto

UPDATE CORONA di Mojokerto, Bertambah 20 Pasien dalam 2 Hari, OTG Menjadi Kewaspadaan

Penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 tersebut naik cukup signifikan yaitu 20 pasien hanya dalam kurun waktu dua hari.

Shutterstock
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNMADURA.COM, MOJOKERTO - Tim Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19  mencatat penambahan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) di Kota Mojokerto.

Penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 tersebut naik cukup signifikan yaitu 20 pasien hanya dalam kurun waktu dua hari.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Gaguk Tri Prasetyo menjelaskan dari 20 pasien terkonfirmasi positif terpapar Covid-19 atau Virus Corona di antaranya ada 15 orang tanpa di antaranya merupakan orang tanpa gejala (OTG), tiga orang dalam pemantauan (ODP) dan dua pasien dalam pengawasan (PDP).

Seluruh pasien yang positif Covid-19 itu merupakan warga Kota Mojokerto dari Kelurahan Wates, Kelurahan Gunung Gedangan, Kelurahan Meri, Kelurahan Pulorejo, Kelurahan Blooto, Kelurahan Balongsari, Kelurahan Kedundung, Kelurahan Miji, Kelurahan Surodinawan, Kelurahan Prajurit Kulon dan Kelurahan Kranggan.

Harga Oppo di Bulan Juli 2020, Rekomendasi Mulai Oppo A5s, Oppo Reno, Oppo F11 Hingga Oppo A92

Terbaru, Harga Vivo di Pertengahan Juli 2020, Mulai dari Vivo S1 Pro, Vivo V15 Hingga Seri Terbaru

"Jumlah penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Mojokerto hingga saat ini masih didominasi oleh pasien yang sebelumnya berstatus orang tanpa gejala (OTG) dari hasil tracing orang terdekat dan Rapid Test, " ujarnya di Posko Covid-19, Sabtu (11/7/2020).

Ia mengatakan banyak dari pasien OTG ini yang melakukan isolasi mandiri lantaran  tidak mau dikarantina di ruang observasi. Padahal, risiko penyebaran pada orang terdekat sangat dimungkinkan jika selama mengisolasi mandiri yang bersangkutan  tidak menerapkan protokol kesehatan dan tanpa pengawasan petugas medis.

"Banyaknya orang tanpa gejala (OTG) di Kota Mojokerto berkaitan dengan peran masyarakat yang kurang disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan," ungkapnya.

Menurut dia, masih sering dijumpai masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan seperti tidak mengenakan masker dan kurangnya Pysical Distancing serta menjaga jarak aman pada masa adaptasi kebiasaan normal baru.

Padahal, aturan penerapan protokol kesehatan telah tercantum dalam Perwali Kota Mojokerto Nomor 55 merupakan perubahan dari beberapa pasal Perwali Nomor 47 Tahun 2020 tentang pedoman tatanan normal baru.

"Pada pasal 48 ayat 3 menyatakan jika setiap orang tidak menjalankan kewajiban menggunakan masker di luar rumah, tempat umum atau fasilitas publik selama penerapan tatanan normal baru maka akan dikenakan sanksi kerja sosial atau denda senilai Rp.200 ribu," jelasnya. 

Ditambahkannya, adapun sanksi kerja sosial meliputi membersihkan sarana fasilitas umum. 

"Penerapan aturan ini agar masyarakat bisa lebih disiplin lagi dalam menjalankan protokol kesehatan," tandasnya.

Makanan yang Dihindari Ibu Hamil, Mulai Daging, Ikan dan Telur Mentah Hingga Jeroan Jangan Dimakan

PHK Berujung Sakit Hati, Pria Mojokerto Mencuri Rumah Mantan Juragan, Tak Hanya Sekali Beraksi

Untuk diketahui, update data terbaru kasus Covid-19 di Kota Mojokerto pada 10 Juli 2020, kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 kini bertambah menjadi 119 orang  yang meliputi 20 orang di antaranya dinyatakan sembuh, 94 masih dirawat dan 
5 orang meninggal.

Sedangkan, Orang Dalam Resiko (ODR) bertambah menjadi 5.816 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 748 orang, Orang Tanpa Gejala (OTG) 162 orang. 

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 23 orang. Untuk jumlah PDP yang meninggal hingga saat ini berjumlah 11 orang. (don/ Mohammad Romadoni).

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved