Demo Buruh Tolak RUU Omnibus Law

Ancaman Serius GETOL Jatim pada DPR RI, Gelar Aksi Lebih Besar Jika RUU Cipta Kerja Tetap Dibahas

Ratusan buruh yang tergabung dalam Gerakan Tolak (Getol) Omnibus Law Jawa Timur, mendesak pemerintahan segera membatalkan RUU Cipta Kerja.

TRIBUNMADURA.COM/FEBRIANTO RAMADANI
Para buruh membentangkan poster penolakan omnibus law ruu cipta kerja dan bendera serikat pekerja saat menggelar aksi konferensi pers di depan Gedung Grahadi, senin siang (13/7/2020) 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Ratusan buruh yang tergabung dalam Gerakan Tolak (Getol) Omnibus Law Jawa Timur, mendesak pemerintahan segera membatalkan RUU Cipta Kerja.

Untuk menyampaikan maksudnya, mereka menggelar aksi penolakan Omnibus Law di depan Gedung Grahadi, Senin siang (13/7/2020).

Banyaknya massa mengakibatkan lalu lintas di sekitar menjadi lebih padat.

GETOL Jawa Timur Soroti Buruh Sengsara akibat Covid-19, 2500 Massa Turun Jika Omnibus Law Dibahas

Aliansi Mahasiswa Malang Raya Minta Wali Kota dan DPRD Intervensi Kampus Soal Keterbukaan Anggaran

Pelaku Pemalsuan Tanda Tangan 4 Ketua Komisi dan Ketua DPRD Pamekasan Bisa Dipidanakan Bila Terbukti

Tak berhenti di situ, Getol Jatim mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar lagi di jalanan apabila RUU Cipta Kerja tak segera dibatalkan.

Perwakilan Aliansi Getol Jatim, Habibus Sholikin, mengatakan, pihaknya hari ini hanya memberikan konferensi pers tentang penolakan dengan tegas semua klaster Omnibus Law yang merugikan rakyat.

"Sampai saat ini kami menuntut DPR RI menghentikan pembahasannya. Negara juga bertanggung jawab atas PHK yang terjadi selama masa pandemi ini," ujarnya.

Salah satu contoh RUU yang membahayakan masyarakat, lanjut Habibus, adalah para buruh dirumahkan dan tidak mendapatkan gaji.

Serta, tidak mendapatkan THR hingga pemutusan BPJS ketenagakerjaan tanpa ada kesepakatan yang jelas.

Tips Memilih Hewan Kurban Sehat dan Memenuhi Syarat Ala Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian Surabaya

5.000 Buruh Kembali Unjuk Rasa Tolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja di Tugu Pahlawan pada 16 Juli 2020

Kronologi Penangkapan Youtuber Sampang Abdulloh: Seret Biawak di Jalan Raya, Sempat Lari ke Surabaya

"Apabila nanti tetap dilakukan suatu pembahasan. Tidak menutup kemungkinan kami nanti akan turun lagi di jalan pada tanggal 16 Juli," imbuhnya.

"Kami berharap RUU Omnibus Law dan RUU lainnya dibatalkan seluruhnya. Kami menyatakan bahwa rakyat tidak mau ditunda pembahasannya. Tapi dibatalkan," tuntasnya.

Diperkirakan tanggal 16 Juli nanti para serikat buruh akan mengerahkan ribuan massa untuk menolak Omnibus Law jika RUU itu tetap dibahas.

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved