Breaking News:

Virus Corona di Mojokerto

Pemkot Mojokerto Belum Bolehkan Sejumlah Tempat Karaoke dan Hiburan Malam Beroperasi saat Pandemi

Sejumlah tempat hiburan malam sejenis karaoke di Kota Mojokerto belum diperbolehkan beroperasi meski empat bulan sudah Covid-19 menyerang.

TRIBUNMADURA.COM/MOCHAMMAD ROMADONI
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama Kabag Humas Protokol Pemkot Mojokerto, Hatta Amrullah di Rumah Rakyat Kota Mojokerto, Selasa (14/7/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, MOJOKERTO - Sejumlah tempat hiburan malam sejenis karaoke di Kota Mojokerto belum diperbolehkan beroperasi meski empat bulan sudah Covid-19 menyerang.

Tempat hiburan karaoke termasuk kategori daya tarik wisata disektor ekonomi tersebut belum dibuka lantaran masih menunggu tahap sosialisasi tatanan new normal tetap produktif pada masa pandemi Covid-19.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menjelaskan regulasi ini telah sesuai instruksi dari Pemerintahan Pusat bahwa pada tatanan new normal Pemerintah Daerah ditugaskan untuk mengakomodir seluruh kegiatan diberbagai sektor khususnya sektor ekonomi mulai dibuka secara bertahap agar kondisi Negara tidak semakin terpuruk.

BREAKING NEWS - Sebelumnya Reaktif, Satu Pegawai TVRI Jatim Dinyatakan Positif Covid-19

Lapangan Olahraga di Sampang Dibuka Kembali di Tengah Pandemi Covid-19, Utamakan Protokol Kesehatan

Merasa Tanpa Gejala Covid-19 Warga Gresik Menolak Karantina, Camat Pasang Spanduk Positif Corona

Yang perlu ditekankan bahwa yang akan dibuka secara bertahap itu syaratnya tidak membahayakan secara kesehatan.

"Kalau lokasi-lokasi disektor yang sulit diterapkan protokol kesehatan karena dianggap membahayakan secara kesehatan maka diminta jangan dibuka dulu. Jadi itu acuan kami dan semua sektor akan kembali dibuka tentunya secara bertahap termasuk tempat karaoke," ungkapnya di Rumah Rakyat Kota Mojokerto, Selasa (14/7/2020).

Ning Ita mengatakan Tim pengawasan dan evaluasi yang sudah terbentuk bertugas melakukan sosialiasi di tempat karaoke itu untuk menerapkan protokol kesehatan sebagai syarat mendapatkan SLO (Sertifikat Usaha Layak Operasi).

Nah, sebenarnya estimasi waktu tahapan sosialiasi ini selama dua pekan.

Namun berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 pada Jumat 10 Juli 2020, masa sosialisasi ditambah menjadi dua minggu kedepan lantaran saking banyaknya lokasi sasaran pada 17 sektor tersebut.

"Jadi tempat karoke belum diperbolehkan beroperasi karena masih dalam tahap sosialisasi terkait tatanan normal baru," jelasnya.

295 Tenaga Kesehatan di Jatim Terjangkit Corona, 23 Meninggal dan 84 Orang Masih Dalam Perawatan

BPBD Bangkalan Prediksi Puncak Kemarau Akan Terjadi pada Akhir Juli, Daerah Terdampak Semakin Meluas

Pernikahan Usia Muda di Sampang Capai Belasan Pasangan, Pengantin Berusia 20 Tahun Dapat Dispensasi

Tim pengawasan dan evaluasi akan menyampaikan saat sosialiasi ini kepada pengelola tempat usaha yang bersangkutan agar memenuhi persyaratan protokol kesehatan.

Misalnya, menyediakan alat pengukur suhu tubuh, hand sanitizer, tempat mencuci tangan pakai sabun dan karyawan wajib mengenakan Face Shield Safety APD dan lainnya.

Setelah sosialiasi berakhir maka dilanjutkan masa pengawasan dan evaluasi selama dua pekan.

"Nantinya, Tim pengawasan dan evaluasi yang sudah terbentuk akan melakukan cek list di tempat usaha yang bersangkutan jika sudah sesuai maka akan diberikan sertifikat SLO," terangnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved