Virus Corona di Sampang
Lapangan Olahraga di Sampang Dibuka Kembali di Tengah Pandemi Covid-19, Utamakan Protokol Kesehatan
Sejumlah lapangan olahraga di Kabupaten Sampang, Madura kembali dibuka di tengah pandemi virus corona. Termasuk lapangan badminton dan tennis.
Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Elma Gloria Stevani
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama
TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Sejumlah lapangan olahraga di Kabupaten Sampang, Madura kembali dibuka di tengah pandemi virus corona.
Lapangan olahraga kembali dibuka sejatinya untuk meningkatkan daya tahan tubuh setiap orang dan para atlet yang sedang menghadapi wabah Covid-19.
Dari pantauan TribunMadura.com, ada beberapa sarana olahraga yang dibuka terutama pada lapangan indoor untuk cabang olahraga badminton dan tennis.
Yakni di taman Wijaya Kusuma Jalan KH Wahid Hasyim Kecamatan Sampang.
Tak hanya itu, lapangan tennis outdoor di Jalan Wijaya Kusuma Kecamatan Sampang juga dibuka untuk masyarakat.
• Zona Merah Jatim Tersisa 6 Daerah, 3 Kabupaten Masuk Zona Kuning, Khofifah Optimisme Tekan Covid-19
• Sebelum Meninggal, Dua Pegawai TVRI Jatim Alami Sesak Napas dan Dirawat di RS Sejak Seminggu Lalu
• Pegawai Sreseh Sampang Tewas Terbentur Mobil Avanza, Senggolan dengan Minibus saat Mau Menyalip
Kepala Bidang (Kabid) Olahraga Disporabudpar Sampang, Ainur Rofiq mengatakan, bahwa sebelum membuka kembali lapangan olahraga, dirinya sudah mengkonsultasikannya kelas kepada Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sampang.
Hasilnya, diperbolehkan namun, dengan catatan pelatih, pengunjung dan para atlet harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Pihaknya menekankan physical distancing untuk meminimalisir adanya penyebaran Covid-19 dengan menggunakan 50 persen kapasitas lapangan untuk latihan para atlet dan warga sekitar.
"Seperti halnya lapangan badminton, sebenarnya kan ada lima lapangan tapi yang kita gunakan hanya tiga lapangan saja, sedangkan dua lapangan yang tidak digunakan difungsikan sebagai pengatur jarak.," ujarnya kepada TribunMadura.com, Selasa (14/7/2020).
Terlebih selesai bermain setiap atlet ataupun masyarakat diharuskan beristirahat di luar untuk meminimalisir adanya kerumunan.
Pihaknya juga berkomitmen bersama PBSI Sampang untuk saling menjaga kondusifitas penyebaran Covid-19.
"PBSI Sampang mengatur jadwal latihan atlet dengan sebaik mungkin sebab kalau dikalangan badminton menjadi klaster baru maka kita semua yang rugi," terangnya.
• Pernikahan Usia Muda di Sampang Capai Belasan Pasangan, Pengantin Berusia 20 Tahun Dapat Dispensasi
• 295 Tenaga Kesehatan di Jatim Terjangkit Corona, 23 Meninggal dan 84 Orang Masih Dalam Perawatan
• BPBD Bangkalan Prediksi Puncak Kemarau Akan Terjadi pada Akhir Juli, Daerah Terdampak Semakin Meluas
Ainur Rofiq menambahkan, pihaknya memangkas jam lapangan, biasanya digunakan oleh masyarakat hingga atlet dari siang hingga malam, saat ini hanya sampai sore.
"Kami juga sudah konfirmasi kepada setiap club badminton yang ada di Sampang dan mereka menerima kebijakan baru di tengah pandemi Covid-19 ini," tuturnya.
Dirinya berharap kepada pengguna lapangan olahraga untuk mengikuti kebijakan yang sudah dibentuk ini sebab, demi kebaikan bersama.
"Mudah-mudahan pandemi covid-19 cepat berlalu agar para atlet dan masyarakat dapat beraktifitas bseperti sedia kala," pungkasnya.