Virus Corona di Sampang

Lapangan Olahraga di Sampang Dibuka Kembali di Tengah Pandemi Covid-19, Utamakan Protokol Kesehatan

Sejumlah lapangan olahraga di Kabupaten Sampang, Madura kembali dibuka di tengah pandemi virus corona. Termasuk lapangan badminton dan tennis.

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Warga saat bermain badminton di lapangan indoor taman Wijaya Kusuma Jalan KH Wahid Hasyim Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, Selasa (14/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Sejumlah lapangan olahraga di Kabupaten Sampang, Madura kembali dibuka di tengah pandemi virus corona.

Lapangan olahraga kembali dibuka sejatinya untuk meningkatkan daya tahan tubuh setiap orang dan para atlet yang sedang menghadapi wabah Covid-19.

Dari pantauan TribunMadura.com, ada beberapa sarana olahraga yang dibuka terutama pada lapangan indoor untuk cabang olahraga badminton dan tennis.

Yakni di taman Wijaya Kusuma Jalan KH Wahid Hasyim Kecamatan Sampang.

Tak hanya itu, lapangan tennis outdoor di Jalan Wijaya Kusuma Kecamatan Sampang juga dibuka untuk masyarakat.

Zona Merah Jatim Tersisa 6 Daerah, 3 Kabupaten Masuk Zona Kuning, Khofifah Optimisme Tekan Covid-19

Sebelum Meninggal, Dua Pegawai TVRI Jatim Alami Sesak Napas dan Dirawat di RS Sejak Seminggu Lalu

Pegawai Sreseh Sampang Tewas Terbentur Mobil Avanza, Senggolan dengan Minibus saat Mau Menyalip

Kepala Bidang (Kabid) Olahraga Disporabudpar Sampang, Ainur Rofiq mengatakan, bahwa sebelum membuka kembali lapangan olahraga, dirinya sudah mengkonsultasikannya kelas kepada Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sampang.

Hasilnya, diperbolehkan namun, dengan catatan pelatih, pengunjung dan para atlet harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Pihaknya menekankan physical distancing untuk meminimalisir adanya penyebaran Covid-19 dengan menggunakan 50 persen kapasitas lapangan untuk latihan para atlet dan warga sekitar.

"Seperti halnya lapangan badminton, sebenarnya kan ada lima lapangan tapi yang kita gunakan hanya tiga lapangan saja, sedangkan dua lapangan yang tidak digunakan difungsikan sebagai pengatur jarak.," ujarnya kepada TribunMadura.com, Selasa (14/7/2020).

Terlebih selesai bermain setiap atlet ataupun masyarakat diharuskan beristirahat di luar untuk meminimalisir adanya kerumunan.

Pihaknya juga berkomitmen bersama PBSI Sampang untuk saling menjaga kondusifitas penyebaran Covid-19.

"PBSI Sampang mengatur jadwal latihan atlet dengan sebaik mungkin sebab kalau dikalangan badminton menjadi klaster baru maka kita semua yang rugi," terangnya.

Pernikahan Usia Muda di Sampang Capai Belasan Pasangan, Pengantin Berusia 20 Tahun Dapat Dispensasi

295 Tenaga Kesehatan di Jatim Terjangkit Corona, 23 Meninggal dan 84 Orang Masih Dalam Perawatan

BPBD Bangkalan Prediksi Puncak Kemarau Akan Terjadi pada Akhir Juli, Daerah Terdampak Semakin Meluas

Ainur Rofiq menambahkan, pihaknya memangkas jam lapangan, biasanya digunakan oleh masyarakat hingga atlet dari siang hingga malam, saat ini hanya sampai sore.

"Kami juga sudah konfirmasi kepada setiap club badminton yang ada di Sampang dan mereka menerima kebijakan baru di tengah pandemi Covid-19 ini," tuturnya.

Dirinya berharap kepada pengguna lapangan olahraga untuk mengikuti kebijakan yang sudah dibentuk ini sebab, demi kebaikan bersama.

"Mudah-mudahan pandemi covid-19 cepat berlalu agar para atlet dan masyarakat dapat beraktifitas bseperti sedia kala," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved