Breaking News:

Berita Nganjuk

Naik Kereta dari dan ke Jakarta Tidak Perlu SIKM Lagi, Penumpang Wajib Isi Corona Likelihood Metric

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mewajibkan penumpang KA jarak jauh relasi dari atau menuju DKI Jakarta mengisi Corona Likelihood Metric (CLM).

TRIBUNMADURA.COM/ACHMAD AMRU MUIZ
Petugas KAI melakukan pengecekan kondisi Kereta Api dengan berseragam lengkap dengan masker dan Face Sheild. 

TRIBUNMADURA.COM, NGANJUK - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mewajibkan penumpang KA jarak jauh relasi dari atau menuju DKI Jakarta mengisi Corona Likelihood Metric ( CLM ).

Hal itu sebagai ganti dari syarat surat izin keluar masuk ( SIKM ) DKI Jakarta yang sudah ditiadakan Pemprov DKI Jakarta sejak hari Selasa (14/7/2020).

Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko menjelaskan, formulir Corona Likelihood Metric ( CLM ) bisa didapatkan pada aplikasi JAKI yang dapat diunduh di Google Play Store dan Apple App Store.

Di mana masyarakat penumpang KA diminta jujur mengenai kondisinya dalam mengisi CLM.

Kabupaten Nganjuk Hadapi Penyebaran Virus Corona dan HIV/Aids, Sama-sama Membahayakan Kesehatan

Pekerja Masuk Surabaya Wajib Tunjukkan Surat Bebas Covid-19, Kecuali Pekerja dari Sidoarjo & Gresik

Keluarga di Kota Malang Sempat Merasa Keberatan Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Selain itu, dikatakan Ixfan Hendriwintoko, masyarakat yang ingin menggunakan KA Jarak Jauh pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru tetap diminta untuk menunjukkan Surat Bebas Covid-19 (Tes PCR/Rapid Test) yang masih berlaku (14 hari sejak diterbitkan) atau surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh dokter Rumah Sakit/Puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas Tes PCR dan/atau Rapid Test, serta menginstal dan mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi.

"Kami berharap, dengan adanya perubahan syarat tersebut dapat meningkatkan minat masyarakat untuk kembali naik kereta api dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat," kata Ixfan Hendriwintoko dalam rilisnya, Kamis (16/7/2020).

Secara umum, dijelaskan Ixfan Hendriwintoko, setiap pelanggan kereta api tetap diharuskan dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, demam), suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, wajib menggunakan masker, menggunakan pakaian lengan panjang atau jaket, menjaga jarak, memakai face sheild yang telah disediakan PT KAI selama perjalanan, dan rutin mencuci tangan.

Namun untuk penumpang dengan usia di bawah 3 tahun agar menyediakan sendiri face shield pribadi.

BREAKING NEWS - Bentrok Warnai Demo Tolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja di Depan Kantor Bupati Gresik

Fakta Baru Mobil Goyang di Depan Rumah Dinas Wakil Bupati Tuban, Sepasang Muda-Mudi Berbuat Mesum

Curiga Mobil Goyang di Depan Rumah Dinas Wabup Tuban, Sepasang Remaja Digerebek, Ada Kondom dan Tisu

"Protokol Kesehatan itu harus dipatuhi mulai dari keberangkatan, selama di dalam perjalanan, dan sampai di stasiun tujuan. Tujuannya agar kereta api menjadi moda transportasi yang aman, nyaman, selamat, dan seluruh pelanggannya sehat sampai di tujuan," ucap Ixfan.

Sementara dari pantauan data dari Rail Tiket Sistym (RTS), ungkap Ixfan, sampai dengan tanggal 14 Juli 2020 Volume penumpang yang berangkat dan datang dari atau ke wilayah Daop 7 Madiun sebanyak 42.357 orang.

Di mana sebanyak 21.721 penumpang yang naik atau berangkat, dan sebanyak 20.636 penumpang yang turun atau datang.

"PT KAI akan terus menambah jumlah perjalanan kereta api secara berkala, sebagai komitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang ingin bepergian menggunakan kereta api," tutur Ixfan Hendriwintoko.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved