Pekerja Bawa Hasil Negatif Corona

Pekerja Masuk Surabaya Wajib Tunjukkan Surat Bebas Covid-19, Kecuali Pekerja dari Sidoarjo & Gresik

Pekerja dari Sidoarjo dan Gresik tak perlu menunjukkan surat keterangan rapid test non reaktif maupun swab test dengan hasil negatif.

TRIBUNMADURA.COM/AHMAD ZAIMUL HAQ
Hari kedua penerapan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB Surabaya di Bundara Waru berjalan relatif lancar, Rabu (29/4/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Ketentuan wajib menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19 bagi pekerja luar kota yang akan ke Kota Surabaya tampaknya ada sejumlah pengecualian.

Sebab, dalam peraturan yang merupakan perubahan dari Perwali 28 tersebut mencantumkan ketentuan lain terkait itu.

Tepatnya berada di pasal 24.

Bunyinya 'Kewajiban menunjukan hasil pemeriksaan rapid test atau swab atau surat keterangan bebas gejala dikecualikan untuk orang yang ber-KTP, yang melakukan perjalanan komuter dan/atau orang yang melakukan perjalanan di dalam wilayah/kawasan anglomerasi'.

Keluarga di Kota Malang Sempat Merasa Keberatan Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Fakta Baru Mobil Goyang di Depan Rumah Dinas Wakil Bupati Tuban, Sepasang Muda-Mudi Berbuat Mesum

Tak Bawa Surat PCR Swab, Ratusan Penumpang Tujuan Jakarta di Terminal Bangkalan Gagal Berangkat

Saat dikonfirmasi, Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Irvan Widyanto membenarkan.

Itu menjadi semacam pengecualian dalam ketentuan masuk Surabaya wajib menunjukkan surat keterangan bebas virus corona.

"Seperti antara Sidoarjo-Surabaya, Gresik-Surabaya, itu tidak perlu menunjukkan (surat keterangan)," kata Irvan, Kamis (16/7/2020).

Mereka yang bekerja dengan PP, dan setiap hari antara wilayah yang terhubung dengan Surabaya tak perlu menunjukkan surat keterangan rapid test non reaktif maupun swab test dengan hasil negatif.

Namun, beda lagi jika pekerja yang tidak PP.

Tidak melakukan perjalanan ke Surabaya setiap hari, masuk ke Surabaya tetap akan dilakukan monitoring bebas virus corona itu. 

Menurut Irvan, semua itu lantaran pihaknya ingin agar laju penyebaran semakin ditekan, dan wabah bisa terus dikendalikan.

Sebelumnya diberitakan, Perwali nomor 33 tahun 2020 yang baru dikeluarkan Pemkot, diantaranya mewajibkan seluruh pekerja luar kota yang masuk Surabaya harus negatif Covid-19

Bahkan, harus mengantongi surat keterangan rapid non reaktif maupun swab test dengan hasil negatif yang berlaku 14 hari. 

Ketentuan itu termuat dalam pasal 12 poin 2 tentang pedoman pelaksanaan tatanan normal baru pada kondisi pandemi Covid-19 pada kegiatan bekerja di tempat kerja untuk karyawan/pekerja. 

Curiga Mobil Goyang di Depan Rumah Dinas Wabup Tuban, Sepasang Remaja Digerebek, Ada Kondom dan Tisu

Tak Ada Sanksi Tilang Bagi Pelanggar Lampu Merah ala Starting Grid MotoGP di Jalan Trunojoyo Sampang

BREAKING NEWS - Bentrok Warnai Demo Tolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja di Depan Kantor Bupati Gresik

"Terutama yang berhubungan langsung dengan masyarakat, misalnya waitres, karyawan yang punya hubungan langsung dengan masyarakat," kata Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Irvan Widyanto, Rabu (15/7/2020) kemarin.

Di pintu masuk seperti Bandara, Stasiun, Terminal dan Pelabuhan bakal dilakukan screening. Sementara untuk jalur darat khusus kendaraan pribadi, Pemkot masih melakukan pembahasan lanjutan. 

Di pos perbatasan, Surabaya sudah punya 17 check point yang sebelumnya dipakai saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Nampaknya teknisnya nanti bakal berbeda. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved