Breaking News:

Penjual Motor Bodong Sampang Ditangkap

BREAKING NEWS - Polres Sampang Tangkap Enam Penjual Motor Bodong, Grup Jual Beli di FB Jadi Sarana

Kasus penjualan sepeda motor tanpa surat resmi alias bodong melalui via media sosial (medsos) Facebook marak terjadi di Kabupaten Sampang, Madura.

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Kasatreskrim Polres Sampang, AKP Riki Donaire Piliang memegang foto grup jual beli kendaraan di Facebook yang digunakan oleh para pelaku, Rabu (22/7/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG – Kasus penjualan sepeda motor tanpa surat resmi alias bodong melalui via media sosial (medsos) Facebook marak terjadi di Kabupaten Sampang, Madura.

Terbukti, dalam Operasi Sikat Semeru 2020 yang di gelar selama 12 hari kemarin, Polres Sampang meringkus enam pelaku.

Kasatreskrim Polres Sampang, AKP Riki Donaire Piliang mengakui, memang penjualan sepeda bodong di Kota Bahari akhir-akhir ini marak terjadi.

Dijelaskan, di Facebook memang terdapat grup jual beli sepeda motor area Madura.

Sayap Pintu Gerbang Keraton Parsanga Rusak, Tokoh Masyarakat Beri Peringatan Keras ke DPU Bina Marga

Tahapan Seleksi CPNS Kabupaten Malang Dilanjutkan, Tes SKB Bergulir pada Awal Bulan September

Update Covid-19 di Jember Selasa 21 Juli, Tambah 12 Orang Positif Corona, Terbanyak Puskesmas Ajung

Sehingga para pelaku memanfaatkannya untuk menjual kendaraan bodong yang tentunya jauh lebih murah dengan harga kendaraan normal pada umumnya.

Sedangkan untuk nama akun grup yang dimaksud adalah ‘JUAL BELI area SAMPANG-PAMEKASAN (Hp, Mobil, Motor, Burung, Dll)’.

“Jadi para pelaku ini memang anggota grup yang terdaftar sebagai member sehingga, dapat membagikan atau menjual kendaraan dengan bebas,” terang AKP Riki Donaire Piliang.

AKP Riki Donaire Piliang menegaskan, dalam proses penjualan kendaraan bermotor harus dilengkapi surat resmi kendaraan sebagai bukti kepemilikan seperti STNK dan BPKB.

“Jadi bagi siapa saja yang menganggap penjualan sepeda bodong hal yang biasa di Sampang dan melalui modus baru untuk menjualnya pasti kami akan tindak lanjut,” tegasnya.

Pihaknya juga menekankan kepada masyarakat yang ingin membeli motor murah tanpa bukti surat kepemilikan diharapkan berhati-hati karena hukum sudah menunggu.

Viral Pedagang Manisan Ditipu, Pembeli Tambahkan Satu Angka Nol di Uang Rp 2.000, Endingya Rugi

Golongan PNS dan Besaran Gaji ke-13 yang Cair pada Agustus Mendatang, Anggaran Capai Rp 28,5 Triliun

Laju Penambahan Kasus Corona Jatim Jauh Melambat, Masker Turunkan Risiko Penularan hingga 60 Persen

Halaman
12
Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved