Breaking News:

Berita Sampang

Satlantas Polres Sampang Gelar Operasi Patuh Semeru, Sasar Pengendara dengan Jenis Pelanggaran ini

Operasi Patuh Semeru 2020 di Kabupaten Sampang, Madura, dilakukan selama 14 hari.

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Satlantas Polres Sampang saat memberikan imbauan di area traffic light Jalan Trunojoyo Kecamatan/Kabupaten Sampang 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Satlantas Polres Sampang menggelar Operasi Patuh Semeru 2020, selama 14 hari, dimulai 23 Juni hingga 5 Agustus 2020.

Dalam pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2020, terdapat beberapa pelanggaran pengendara yang menjadi atensi khusus bagi Satlantas Polres Sampang.

Semua pengendara harus selalu melengkapi kelengkapan berkendara bila tidak ingin terkena sanksi tindak tilang.

Bazar Hewan Kurban Murah di Samatan Pamekasan, Ada 150 Ternak yang Disediakan 13 Kelompok Peternak

600 Kelompok Tani di Sampang Dapatkan Bantuan Handtraktor, Masih Ada 700 Poktan yang Belum Terima

Dilema Belajar dari Rumah secara Online Siswa Sampang, Pinjam Ponsel Tetangga hingga Iuran Sewa Wifi

Kasat Lantas Polres Sampang, AKP Ayip Rizal menyebutkan, jenis-jenis pelanggaran yang menjadi atensi sasaran penindakan olehnya.

Di antaranya, Dilarang Berboncengan lebih dari satu orang, pengendara dilarang dibawah umur, dan melawan arus.

"Termasuk, pengendara yang menggunakan kenalpot brong," ujarnya kepada TribunMadura.com, Jumat (24/7/2020).

Selain itu, pelaksanaan OPS Patuh Semeru 2020 kondisinya pandu covid-19 membuat sedikit berbeda dari tahun sebelumnya.

Sebab, pihaknya menekankan kepada pengendara untuk beradaptasi dalam kebiasaan baru saat berlalu lintas, seperti halnya saat berada di traffic light.

Saat di traffic light, pengendara diharuskan menempati garis putih seperti starting MotoGP guna menerapkan physical distancing untuk meminimalisir penyebaran covid-19.

Hari Pertama Operasi Patuh Semeru, Polres Pamekasan Sosialisasi dan Bagikan Masker ke Pengendara

"Saat ini sudah ada dua area traffic light menggunakan starting MotoGP yakni, di Jalan Trunojoyo dan Jaksa Agung Suprapto," terangnya.

"Untuk pengendara yang melanggar tidak kami tindak tilang tapi, akan kami arahkan untuk menempatinya garis putih yang sudah di sediakan," imbuh dia.

Dengan dijalankan operasi itu dirinya berharap masyarakat bisa lebih sadar dan patuh berlalu lintas serta tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku seperti disiplin dalam pemakaian masker saat berkendara.

"Bagi para pengendara yang tidak ingin terkena tilang, apalagi nantinya akibat pelanggaran bisa saja kendaraan sampai diamankan petugas, maka jangan sangat disarankan untuk tidak melakukan hal-hal terlarang ini," tegasnya.

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved