Breaking News:

Virus Corona di Malang

Bertambah 109 Kasus Dalam Tiga Hari, Wali Kota Malang Sutiaji Optimistis Corona Turun Bulan Agustus

Dalam tiga hari terakhir ini berturut-turut telah tercatat penambahan kasus baru di Kota Malang sebanyak 109.

freepik.com/ starline
Ilustrasi update corona virus 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Kasus positif Covid-19 di Kota Malang terus melonjak drastis. Dalam tiga hari terakhir ini berturut-turut telah tercatat penambahan kasus baru sebanyak 109.

Wali Kota Malang Sutiaji menyebut, dari penambahan kasus baru saat ini bukan dari klaster baru.

Melainkan, didominasi dari dari riwayat Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang sebelumnya telah menjalani perawatan di rumah sakit.

Dengan jumlah tersebut, maka kasus pasien positif Covid-19 di Kota Malang telah mencapai angka 553.

Yang rinciannya, 43 orang dinyatakan meninggal dunia, 172 orang sembuh dan 338 orang menjalani perawatan.

Selama 4 Bulan Pandemi Covid-19, Sudah 30 Tenaga Kesehatan di Pamekasan yang Positif Terpapar Corona

Wisata Religi Makam Sunan Bonang Tuban Kembali Dibuka, Ada Aturan Protokol Kesehatan bagi Pengunjung

Kisah Guru SD di Tulungagung, Datangi Rumah-rumah Siswa untuk Mengajar Selama Pandemi Virus Corona

Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan, penambahan tersebut diakibatkan karena belum dilakukannya treatment seperti yang Sutiaji anjurkan, maupun treatment yang dilakukan secara klinis.

"Kemarin belum di treatment apa yang seharusnya. Insyallah seminggu lagi akan terpantau. Sembari kami akan melakukan pertemuan dengan petinggi rumah sakit rujukan," ucapnya, Senin (27/7/2020).

Sutiaji menargetkan, bahwa dalam bulan Agustus 2020 nanti, angka pasien positif Covid-19 di Kota Malang secara perlahan akan mengalami penurunan.

Termasuk menerapkan skema 3T Tracing Tracking dan Treatment kepada pasien yang akan menjalani rapid test ataupun swab.

"Termasuk di kelurahan-kelurahan yang menjadi atensi kami. Seperti di Mergosono dan Bunulrejo yang saat ini telah mengalami penurunan," ucapnya.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Malang, dr Husnul Muarif menyampaikan, bahwa Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sangat rentan terinfeksi virus corona.

Bazar Hewan Kurban Murah di Pamekasan Pakai Sistem Timbang Syariah, Sapi Madura Rp 60 Ribu Per Kilo

Sutiaji Ungkap Kekeliruan Data, Seharusnya Angka Kesembuhan Covid-19 di Kota Malang Capai 62 Persen

Pelatihan Kerja Tetap Berjalan Meski Gedung BLK Sampang Disulap Jadi Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Malang banyak dilatarbelakangi oleh penyakit bawaan atau yang dia sebut komorbid.

"Jadi jenis komorbid yang paling banyak diidap oleh kategori meliputi, hipertensi, diabetes melitus sampai gagal ginjal," ucapnya.

Oleh karenanya, proses perawatan dari kategori PDP ini kata Husnul dilakukan melalui treatment secara klinis dan treatment seperti yang dianjurkan Wali Kota Malang.

Meski demikian, proses perawatan sepenuhnya merupakan kewenangan dari pihak rumah sakit yang bersangkutan.

"Kalau sudah dipulangkan kami pantau melalui puskesmas. Keluhannya seperti apa, akan kami sesuaikan dengan treatment yang kami lakukan. Selain itu kami juga memberikan terapi suplemen kepada PDP," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved