Breaking News:

Virus Corona di Tuban

Wisata Religi Makam Sunan Bonang Tuban Kembali Dibuka, Ada Aturan Protokol Kesehatan bagi Pengunjung

Pengunjung atau peziarah wisata religi Makam Sunan Bonang hanya dibatasi 60 orang di tengah pandemi virus corona.

TRIBUNMADURA.COM/MOHAMMAD SUDARSONO
Suasana Makam Sunan Bonang Tuban saat memasuki adaptasi kebiasaan baru (AKB). Tampak Bupati Tuban, Fathul Huda bersama rombongan turut mengecek sejumlah persiapan, Senin (27/7/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, TUBAN - Wisata religi Makam Sunan Bonang mulai buka kembali, setelah sekitar empat bulan ditutup saat masa pandemi virus corona.

Dibukanya wisata religi secara resmi oleh Bupati Tuban, Fathul Huda, menandakan dibolehkannya kembali masyarakat untuk berziarah.

Kendati demikian, tetap ada aturan yang harus ditaati, guna mencegah penyebaran virus corona.

"Sudah dibuka untuk wisata Sunan Bonang, begitupun wisata religi lainnya," kata Bupati usai pemotongan pita tanda resmi pembukaan makam Sunan Bonang, Senin (27/7/2020).

Kisah Guru SD di Tulungagung, Datangi Rumah-rumah Siswa untuk Mengajar Selama Pandemi Virus Corona

Bazar Hewan Kurban Murah di Pamekasan Pakai Sistem Timbang Syariah, Sapi Madura Rp 60 Ribu Per Kilo

Sutiaji Ungkap Kekeliruan Data, Seharusnya Angka Kesembuhan Covid-19 di Kota Malang Capai 62 Persen

Peziarah yang masuk area Makam Sunan Bonang dibatasi untuk menghindari penumpukan orang di masa pandemivirus corona.

Peziarah yang masuk di komplek Makam Sunan Bonang diatur sedemikian, harus ditata tempat duduknya, termasuk menerapkan protokol kesehatan, menggunakan masker dan lain-lain.

"Kata pengurus maksimal yang ziarah di dalam 60 orang, jadi harus gantian ada yang nunggu di luar," terang Bupati dua periode tersebut.

Sementara itu, Kordinator Keamanan Yayasan Mabarrot Sunan Bonang, Ikhwan Hadi menyatakan, saat masa pandemi ini pengunjung atau peziarah hanya dibatasi 60 orang.

Rinciannya, dari sisi utara 15 orang, selatan 15 orang, timur 15 orang dan barat juga 15 orang.

Pelatihan Kerja Tetap Berjalan Meski Gedung BLK Sampang Disulap Jadi Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Penerapan kapasitas bagi pengunjung tersebut memperhatikan jarak peziarah satu dengan yang lainnya.

Jika pada hari biasa, pihak yayasan tidak mengatur sedemikian. 

"Jika di dalam area makam sudah ada 60 peziarah, maka peziarah lainnya yang sudah datang harus menunggu di luar. Jadi gantian," pungkasnya.

Sekadar diketahui, dibukanya kembali sektor wisata dan kesenian dilakukan setelah Bupati Tuban mengeluarkan surat edaran tertanggal 20 Juli 2020 perihal adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Penulis: Mohammad Sudarsono
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved