Breaking News:

Virus Corona di Jember

UPDATE CORONA di Jember 26 Juli 2020, Jumlah Total Kasus Covid-19 Tembus 291, Pasien Sembuh Ada 140

Total jumlah kasus positif virus corona Covid-19 di Kabupaten Jember mencapai 291 orang.

Shutterstock
Ilustrasi - UPDATE CORONA di Jember 26 Juli 2020, Jumlah Total Kasus Covid-19 Tembus 291, Pasien Sembuh Ada 140 

TRIBUNMADURA.COM, JEMBER - Pasien positif virus corona Covid-19 yang sembuh di Kabupaten Jember terus bertambah.

Pada Minggu (26/7/2020), tercatat jumlah pasien virus corona Covid-19 di Kabupaten Jember yang sembuh terbilang banyak, yakni 22 orang.

Angka penambahan jumlah pasien virus corona yang sembuh, diikuti jumlah kasus positif Covid-19 yang baru di Kabupaten Jember dengan jumlah dua orang.

Kasus Covid-19 di Jember Alami Lonjakan dalam 5 Hari Terakhir, Ada 48 Kasus Baru dalam Sehari

Siap Dibangun, Pelabuhan Internasional Bangkalan Mampu Tampung Kapal Berkapasitas 1.000 Peti Kemas

Sudah Dibuka Kembali, Pasar Keputran Utara Surabaya Kini Punya Satgas Pasar Tangguh

Total, jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Jember mencapai 291 orang pada Minggu (26/7/2020).

Rinciannya, 140 orang sembuh (48,11 persen), 143 orang masih dirawat (49,14 persen), dan delapan orang meningga dunia (2,75 persen).

Sedangkan total kasus kontak erat mencapai 2.718 dan kasus suspek mencapai 182.

"Jumlah pasien sembuh hari ini mencapai 22 orang, jadi ada tambahan pasien sembuh sebanyak 22 orang," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jember, Gatot Triyono, Minggu (26/7/2020) malam.

Untuk dua kasus positif baru merupakan kasus ke-290 dari Desa Tanggul Kulon Kecamatan Tanggul, dan kasus ke-291 dari Kelurahan Jember Kidul Kecamatan Kaliwates.

UPDATE Corona di Kabupaten Kediri, Jumlah Kasus Positif Covid-19 Tambah 15, 9 Pasien Lainnya Sembuh

Sama-Sama Punya Riwayat Perjalanan dari Surabaya, 3 Warga Ponorogo Positif Virus Corona Covid-19

Sebelumnya, Bupati Jember, Faida mengaku, optimistis jumlah pasien sembuh akan terus bertambah.

Sebab saat ini, ada percepatan penegakan diagnosa. Salah satunya rantai pemeriksaan warga yang kontak erat diperpendek.

Ketika ada kasus positif ditemukan, maka mereka yang dilacak pernah melakukan kontak erat dengan kasus positif, kini langsung menjalani tes swab. Hal ini mempercepat penegakan diagnosa.

"Karenanya memang ada antrean spesimen yang harus diswab. Karena saat ini mereka yang kontak erat harus langsung diswab sehingga bisa ditangani secara cepatm" kata dia.

"Saya optimistis, pasien sembuh akan terus bertambah," ujar Faida.

Pelanggar Protokol Kesehatan di Gresik Capai 1.300 Orang, Gugus Tugas Raup Uang Denda Rp 75 Juta

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved