Idul Adha 2020
Satu Hewan Kurban Sapi di Mojokerto Kena Penyakit Cacing Hati, Dinas Kesehatan Lakukan Penanganan
Petugas Paramedis Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto menemukan penyakit cacing hati pada hewan sapi saat pengawasan dan pemeriksaan.
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM, MOJOKERTO - Petugas Paramedis Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto menemukan penyakit cacing hati pada hewan sapi saat pengawasan dan pemeriksaan hewan kurban pada Idul Adha 2020.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, drh Agoes Hardjito menjelaskan pengawasan dan pemeriksaan Antemortem atau sebelum dipotong semua hewan kurban telah dinyatakan dalam kondisi normal dan sehat.
Namun pemeriksaan Postmortem atau setelah dipotong, pihaknya menemukan organ hati pada salah satu hewan kurban sapi dalam kondisi tidak baik di Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet.
• Perlakuan Manis Jokowi ke Kaesang Pangarep Setelah Salat Idul Adha Bareng di Istana Bogor: Tumben
• Ramalan Zodiak Sabtu 1 Agustus 2020, Libra Episode Cinta Baru, Aquarius Dapat Mobil dan Rumah Impian
• Lumbung Pangan Jatim Makin Diperluas Hingga ke 33 Daerah, Termasuk Sumenep, Sampang dan Pamekasan
"Petugas menemukan satu hewan kurban sapi pada bagian hati yang sebagian rusak karena cacing hati di wilayah Desa Kesimantengah, Pacet," ungkapnya kepada TribunMadura.com, Jumat (31/7/2020).
Ia mengatakan petugas telah melakukan penanganan terkait temuan penyakit cacing hati pada salah satu hewan kurban sapi tersebut.
"Pada bagian hati hewan kurban yang rusak sudah diafkir (Dibuang) dan kondisi masih bagus dapat dikonsumsi," jelasnya.
Menurut dia, pihaknya melibatkan 68 orang Paramadis dalam pengawasan dan pemeriksaan Antemortem/ Postmortem saat penyembelihan hewan kurban di Kabupaten Mojokerto.
Pemeriksaan sekaligus pengawasan yang melibatkan 68 petugas ini meliputi 10 dokter hewan, 40 paramedis kesehatan 40 dan sisanya adalah koordinator PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) di 18 Kecamatan Kabupaten Mojokerto.
"Sesuai laporan dari Paramedis Hewan Dinas Pertanian di lapangan untuk sementara hanya ditemukan penyakit cacing hati pada hewan sapi di Pacet yang selanjutnya kita masih menunggu Update data karena pelaksanaan pengawasan dilakukan sampai tiga hari kedepan hingga 3 Agustus 2020," terangnya.
Ditambahkannya, laporan Tim Paramedis di 18 Desa Kecamatan Dawarblandong menyatakan hasil pengawasan kesehatan hewan kurban dalam kondisi sehat dan pengawasan organ hati paru warna maupun tekstur dalam kondisi baik dan tidak ada cacing.
• TRENDING TOPIC - Kekeyi Ngaku Diinjak Sapi Sampai Dilarikan ke Rumah Sakit, Jempol Kakinya Diperban
• Bupati Pamekasan Salat Ied di Masjid Agung Asy-Syuhada, Ini Hikmah Idul Adha di Tengah Pandemi
• Resep Gulai Daging Kambing, Cara Memasaknya Mudah Diikuti, Cocok Disantap Bersama Nasi atau Ketupat
"Untuk sementara penyembelihan hewan kurban di Kecamatan Dawarblandong berjumlah 483 ekor yaitu 92 ekor sapi dan 391 ekor kambing," pungkasnya.
Seperti yang diberitakan, jumlah pemotongan hewan kurban saat perayaan Idul Adha 2020 pada masa Pandemi Covid-19 atau virus corona di Kabupaten Mojokerto diprediksi menurun sampai 40 persen.
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto pemotongan hewan ternak kurban pada 2019 berjumlah sekitar 13.880 ekor yang meliputi sapi 2.167, kambing 9.379, domba 2.342 dan kerbau satu ekor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/petugas-paramedis-kesehatan-hewan-dinas-pertanian-kabupaten-mojokerto.jpg)