Breaking News:

Berita Sumenep

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar Sebut Kecil Kemungkinan Terjadinya BLT Dana Desa Tak Tepat Sasaran

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar menyampaikan hasil evaluasi penyaluran program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa kecil terjadinya tidak tepat sasaran.

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar saat berada di Kabupaten Sumenep, Sabtu (1/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ( Mendes PDTT ), Abdul Halim Iskandar menyampaikan hasil evaluasi penyaluran program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa kecil terjadinya tidak tepat sasaran.

Alasannya, mekanisme pemberian BLT tersebut telah disesuaikan agar tepat sasaran.

"Sejauh ini permasalahan ketidaktepatsasaran sangat kecil sekali, karena Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa dilakukan pendataan sejak nol," kata Abdul Halim Iskandar, Senin (3/8/2020).

BREAKING NEWS Pengendara Motor di Gresik Tewas Ditabrak Kereta Api di Perlintasan Tanpa Palang Pintu

Demo Pekerja Hiburan Malam di Balai Kota Surabaya, Keluhkan Perwali 33 Tahun 2020: 5 Bulan Tak Kerja

BREAKING NEWS: Pekerja Hiburan Malam Tolak Perwali No 33 Tahun 2020, Tuntut Cabut Aturan Jam Malam

Dia menjelaskan, pendataan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa ini dilakukan sejak sebelum ada data dengan kondisi Covid-19.

"Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa ini di data oleh dua relawan desa, dengan berbasis RT. Maka diyakini bahwa pendataannya akan valid, itulah makanya kita temukan hasil evaluasi ketidak tepatan sasaran sangat kecil sekali," katanya.

Politisi PKB ini mengaku, setiap hari sering melakukan evaluasi program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa selama pandemi Covid-19.

"Setiap hari kita lakukan evaluasi, saat ini sudah mencapai 99 persen, dan masih ada dana Rp 40 triliun yang ada di desa - desa setelah dikurangi BLT DD, dikurangi desa tanggap Covid, kemudian dikurangi padat karya tunai desa. Itu setelah kita hitung simulaisnya kira- kira Rp 40 triliun," jelasnya.

Jumlah Kesembuhan Pasien Covid-19 di Jatim Tembus 15.068 Orang, Salip Persentase Sembuh Nasional

Heboh Wanita Gangguan Jiwa Duduk Bersila di Tengah Jalan Dhoho Kediri, Satu Jarinya Menuding Orang

Suami Pergoki Istri Berduaan dengan Pria Lain Dalam Ruko, Minta Tolong Satpol PP Kediri Menggerebek

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved