Pilkada Sumenep 2020

Temukan Banyak Pelanggaran, Bawaslu Beri Peringatan ke KPU Sumenep: Awasi Coklit Secara Langsung

Bawaslu Sumenep memberikan peringatan pada KPU Sumenep agar lebih serius dalam melakukan pengawasan tahapan pencocokan dan penelitian (Coklit).

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Ketua Bawaslu Sumenep, Anwar Noris 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumenep memberikan peringatan pada KPU Sumenep agar lebih serius dalam melakukan pengawasan tahapan pencocokan dan penelitian (Coklit) yang dilakukan oleh PPDP.

Pasalnya, seluruh kecamatan diduga mengalami pelanggaran dalam tatacara pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih untuk pemilihan bupati dan wakil bupati pada Pilkada Sumenep 2020.

Darurat Corona, Dinsos Sampang Hentikan Semua Kegiatan Peringatan Hari Kepahlawanan Nasional

Wajah Sedih Istri Punya 5 Anak, Dicerai Suami yang Mau Nikah Lagi: Apa Salah dan Kurangku, Mas?

Tak Punya Uang Buat Makan, Mama Muda Curi Handphone Vivo Milik Pedagang Es Campur di Kota Mojokerto

"Kami imbau kepada KPU untuk melakukan pengawasan langsung, artinya supervisi kepada kecamatan - kecamatan tidak terulang," kata Ketua Bawaslu Sumenep, Anwar Noris pada hari Selasa (4/8/2020).

Pengawasan secara ketat menurutnya, sangat penting dilakukan soal data pemilih dalam pelaksanaan pemilihan dengan tujuan untuk memastikan tidak ada persoalan di kemudian hari.

"Seluruh kecamatan ada pelanggaran tatacara coklit, bahkan mungkin di seluruh desa," katanya.

Saat dikonfirmasi Komisioner KPU Sumenep, Syaifurrahman mengaku sejak tanggal 28 Juli 2020 hingga 31 Juli 2020 yang lalu pihaknya telah melakukan pemantauan kegiatan coklit.

Katalog Promo Indomaret Super Hemat 4 Agustus 2020, Diskon Harga Makanan, Minuman hingga Sabun Mandi

Dhea Lukita Andriana, Siswi SMAN 1 Ngunut Tulungagung Kembali Jadi Anggota Paskibraka Nasional 2020

Langgar Marka Jalan di Gresik, Pengendara Mobil Asal Surabaya Dikejar Polisi, Tegang Bak Film Action

"Kami telah melakukan monitoring langsung, ada sampel PPDP, ada sampel desa dan ada sampel kecamatan. Kalau yang daratan sudah," kata Syaifurrahman.

Ditanya terkait wilayah kepulauan, pihaknya mengaku untuk kepulauan dilakukan sejak hari ini, tanggal 4 Agustus 2020.

Dari KPU Sumenep katanya, ada tiga tim untuk melakulan pemantauan langsung ke lokasi.

"Kami monitoring langsung, cuman tidak seluruh PPDP. Jika seluruh PPDP sebanyak 2500 PPDP itu tidak mungkin kami datangi semua," katanya.

BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved