Breaking News:

Berita Lamongan

Belasan Warga Lamongan Dilarikan ke Puskesmas, Alami Sakit Perut hingga Muntah setelah Ikut Hajatan

Belasan warga di Kabupaten Lamongan diduga keracunan makanan saat mengikuti hajatan.

TRIBUNMADURA.COM/HANIF MANSHURI
Korban yang diduga keracunan makanan saat dirawat di Puskesmas Babat Lamongan, Kamis (6/8/2020) 

TRIBUNMADURA.COM, LAMONGAN - Belasan warga di Kabupaten Lamongan dilarikan ke Puskesmas Babat, Kamis (6/8/2020). 

Mereka dilarikan ke Puskesmas Babat setelah mengikuti acara hajatan tetangga pada Senin (3/8/2020).

Diduga, belasan warga di Kabupaten Lamongan itu keracunan makanan saat mengikuti hajatan.

Kecanduan Game Online, 4 Pemuda Mencuri di Warung Soto Karena Kehabisan Uang Beli Kuota Internet

Warga Tuban Bisa Gelar Hajatan pada Masa Adaptasi New Normal, Acara Berlaku 4 Jam Siang dan Malam

Tiga Sekolah di Trenggalek Berpeluang Gelar Pembelajaran Tatap Muka, Ini Kata Mochamad Nur Arifin

"Warga Gilang yang sekarang dirawat inap di Puskesmas Babat ada sebanyak 15 orang, 5 di antaranya anak-anak," kata Sekretaris Kelurahan Babat, Deni Yudho Asmoro.

Awalnya, kata dia, warga mengeluh pusing, mual, lemas dan muntah setelah mengikuti acara hajatan.

Data yang didapat Surya.co.id ( grup TribunMadura.com ) menunjukkan, belasan warga yang terpaksa dilarikan ke Puskesmas Babat tersebut adalah warga Gilang, Kecamatan Babat.

Keesokan harinya, banyak warga yang mengeluh sakit perut dan kemudian muntah-muntah hingga ada yang menggigil dan badan terasa kedinginan.

Warga yang mengeluh sakit setelah menghadiri hajatan ada lebih dari 100-an warga yang berasal dari 2 RT di wilayahnya.

Mereka yang keracunan diacara resepsi mantenan sekitar 100-an warga. Tapi yang dirawat di Puskesmas Babat ada 15 orang.

Wali Kota Malang Imbau Aremania Aremanita Tak Konvoi di Jalan Raya saat Peringati HUT Arema ke-33

Tips Membuat Alis Agar Tampak Natural dan Simetris, Perhatikan Bentuk dan Ukuran Wajah!

Para warga lantas dilarikan ke rumah sakit sejak Rabu lalu dan ada juga yang dibawa ke layanan kesehatan lainnya di Babat dan ada juga yang hanya rawat jalan.

"Karena sekarang musimnya Corona sehingga warga takut divonis Covid-19.

"Tapi setelah ada banyak yang merasakan keluhan yang sama akhirnya dibawa ke sini (Puskesmas, red)," tandasnya.

Seorang korban di Puskesmas Babat, Bima Satria Firmansyah mengaku, setelah mengikuti hajatan di rumah tetangganya itu, ia merasa mual dan pusing.

Bima menyebut, ia dilarikan ke Puskesmas Babat Rabu kemarin dan saat ini kondisinya sudah membaik.(Hanif Manshuri)

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved