Virus Corona di Bangkalan

Status Tanggap Darurat Covid-19 Bangkalan Diperpanjang, Kegiatan Berjalan Sesuai Protokol Kesehatan

Status tanggap darurat Covid-19 Bangkalan diperpanjang. Kegiatan pemerintahan, kesehatan, sosial, budaya dan ekonomi harus dengan protokol kesehatan

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Kepala BPDB Kabupaten Bangkalan Rizal Morris. 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron (Ra Latif) menerbitkan Surat Pernyataan perpanjangan status tanggap darurat Covid-19 Bangkalan selama 60 hari terhitung sejak 12 Agustus - 10 Oktober 2020.

Perpanjangan status tanggap darurat Covid-19 Bangkalan diterbitkan bukan untuk menghentikan kegiatan sosial budaya, keagamaan, dan kemasyarakatan.

Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sekaligus Wakil Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangkalan Rizal Morris, Senin (10/8/2020).

Kapolres Pamekasan Peringati Anggotanya Tak Lakukan Kesalahan Apa Pun yang Bisa Merusak Citra Polri

BREAKING NEWS - Mayat Pria Ditemukan di Akses Jembatan Suramadu, Kondisi Wajah Berlumuran Darah

BREAKING NEWS: Kecelakaan Tunggal di Jembatan Ngujang 2 Tulungagung, 3 Bocah Terluka Setelah Balapan

"Bukan untuk meng-cut kegiatan masyarakat. Namun dalam pelaksanaannya tetap berpedoman protokol kesehatan," ungkapnya kepada TribunMadura.com.

Ia menjelaskan, pihak tuan rumah sebelum hari H kegiatan harus berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kecamatan.

Hal itu dimaksudkan, lanjutnya, pihak Satgas Covid-19 Kecamatan bisa membantu tata cara pelaksanaan protokol kesehatan.

"Sehingga kegiatan yang mengumpulkan atau mengundang banyak orang bisa dilaksanakan dengam tetap memperhatikan keamanan kesehatan bersama," jelasnya.

Ia berharap, masyarakat harus sudah mulai membiasakan diri dengan kebiasaan baru di setiap aktivitas.

Terutama aktivitas di tengah kerumunan atau mengundang banyak orang.

"Demi keselamatan bersama di masa pandemi ini, maka seluruh kegiatan sebaiknya tetap memperhatikan protokol kesehatan. Hal ini sudah diatur dalam Perbup 46 tahun 2020 tentang Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19," harap Rizal.

Dalam Perbup Nomor 46 Tahun 2020 sudah diatur Protokol Kesehatan di semua aspek.

Mulai dari penyelenggaraan pemerintahan, kesehatan, sosial, budaya dan ekonomi.

Protokol kesehatan itu sendiri, lanjut Rizal, telah mencakup perlindungan kesehatan individu dan perlindungan kesehatan masyarakat.

Hingga Minggu (9/8/2020) malam, update Peta Sebaran Covid -19 Kabupaten Bangkalan menunjukkan penambahan tiga pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Kini total jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bangkalan menyentuh angka 377 orang. Sedangkan pasien sembuh sejumlah 260 orang, bertambah dua orang dari hari sebelumnya.

BREAKING NEWS - Status Tanggap Darurat Covid-19 Bangkalan Madura Diperpanjang hingga 10 Oktober 2020

Tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Pamekasan Akan Permudah Pengurusan Izin Usaha Tembakau

51.081 Tenaga Kerja di Jatim Terdampak Covid-19, Gubernur Siapkan Strategi Pemulihan Ekonomi

Rizal menambahkan, masa pandemi Covid-19 ini bisa dilewati jika masyarakat Bangkalan mampu menerapkan disiplin menjalankan protokol kesehatan, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

"Kita tidak tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Tetapi semua ini akan bisa kita atasi bersama jika kita," paparnya.

Ia menambahkan, upaya Pemerintah Bangkalan untuk kembali ke zona hijau tidak akan ada artinya tanpa dukungan masyarakat.

"Pemerintah dan masyarakat Bangkalan saya yakin ingin bersama-sama agar Bangkalan kembali menjadi zona hijau," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved