Breaking News:

Berita Nganjuk

Tambah Operasional KA Jarak Jauh Lewati Daop 7 Madiun, Respon KAI atas Meningkatnya Jumlah Penumpang

PT KAI (Persero) kembali menambah jumlah operasional Kereta Api (KA) jarak jauh yang melewati wilayah Daop 7 Madiun.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Elma Gloria Stevani
istimewa
PT KAI menambah perjalanan KA jarak jauh melintasi wilayah Daop 7 Madiun. Tampak salah satu KA di stasiun Daop 7 Madiun sedang menunggu jam keberangkatan. 

TRIBUNMADURA.COM, NGANJUK - PT KAI (Persero) kembali menambah jumlah operasional Kereta Api Jarak Jauh yang melewati wilayah Daop 7 Madiun.

Sebelumnya sudah ada 8  yang beroperasi dan berangkat atau melintasi wilayah Daop 7 Madiun.

Yakni KA Bima, KA Turangga, KA Pasundan, KA Sritanjung, KA Kahuripan, KA Matarmaja, KA Wijayakusuma, dan terbaru ada KA Brantas yang mulai kembali dijalankan Jumat (14/8).

Mayat Bayi di Sampang Diduga Disiksa Sebelum Dibuang ke Laut, Ada Lebam di Leher dan Darah di Mulut

SMK Tak Bisa Praktik di Rumah, Kepsek SMKN 3 Boyolangu Tulungangung: Perlu Pembelajaran Tatap Muka

Pilih Jadi Perempuan, Intip Biodata dan Penampilan Oscar Lawalata, Kakak Mario Lawalata di Instagram

Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko mengatakan, ada tiga KA jarak jauh lagi dengan berbagai relasi yang akan beroperasi. Diantaranya KA Mutiara Selatan relasi Malang – Madiun – Bandung – Gambir PP, KA Argo Wilis Relasi Surabaya – Madiun – Bandung – Gambir PP, dan KA Malabar relasi Malang – Pasarsenen PP lewat Madiun – Bandung yang kembali dijalankan.

"Kepercayaan masyarakat untuk menggunakan kereta api guna bepergian semakin bertambah dari hari ke hari. Terlebih semenjak adanya pelayanan pemeriksaan Rapid Test dengan harga terjangkau di beberapa stasiun yang di sediakan oleh PT KAI (Persero) bekerjasama dengan PT Rajawali Nusindo menjadikan jumlah penumpang terus naik jumlahnya," kata Ixfan Hendriwintoko dalam rilisnya, Jumat (14/8/2020).

Dijelaskan Ixfan, bertambahnya minat pelanggan yang menggunakan kereta api untuk bepergian di masa adaptasi kebiasaan baru ini terlihat dari peningkatan volume penumpang KA jarak jauh yang naik di wilayah Daop 7 Madiun.

Selama 13 hari pada bulan Agustus ini, pelanggan dari Daop 7 mencapai 18.824 orang atau naik 504 persen dari bulan Juli yang hanya sebanyak 3.733 orang dalam periode tanggal yang sama.

BREAKING NEWS - Ditemukan Mayat Bayi Perempuan di Pulau Mandangin Sampang, Mengapung di Pinggir Laut

Intip Penampilan Mulan Jameela yang Rapi saat Sidang Tahunan MPR RI, Krisdayanti Anggun Pakai Kebaya

Lapas Pamekasan Dicanangkan Sebagai Lapas yang Menuju WBK dan WBBM, Kalapas Siapkan Strategi Jitu

Kondisi tersebut juga telah direspon PT KAI dengan mengoperasikan kembali beberapa KA regular, tapi juga menambah waktu operasional sejumlah KA.

"Apabila sebelumnya beberapa KA hanya beroperasi di akhir pekan atau hari-hari tertentu, namun dengan antusiasme penumpang yang tinggi maka KA tersebut dijalankan setiap hari.

Di antaranya KA Bima yang sebelumnya hanya beroperasi tiap Jumat – Minggu tapi mulai Jumat (14/8) KA tersebut berjalan tiap hari," ujar Ixfan.

Khusus untuk pelanggan KA Jarak Jauh, menurut Ixfan, tetap diminta untuk menunjukkan Surat Bebas Covid-19 (Tes PCR/Rapid Test) yang masih berlaku (14 hari sejak diterbitkan) atau surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh dokter Rumah Sakit/Puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas Tes PCR dan/atau Rapid Test, mengenakan face shield selama dalam perjalanan hingga meninggalkan area stasiun tujuan.

Bagi pelanggan dewasa, ungkap Ixfan, face shield akan disediakan KAI. Sedangkan pelanggan dengan usia di bawah 3 tahun (infant) agar membawa face shield pribadi.

Serta mengunduh dan mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi pada perangkat seluler. Dengan demikian bagi masyarakat yang merasa kurang enak badan, atau sedang sakit, diimbau agar menunda perjalanannya terlebih dahulu.

"Protokol kesehatan yang diterapkan sangat ketat di kereta api, mulai dari pelanggan datang ke stasiun, saat di dalam kereta, hingga tiba di stasiun tujuan. Ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa perjalanan dengan kereta api, karena selain nyaman juga menurunkan risiko terjadinya penularan penyakit berbahaya," tutur Ixfan Hendriwintoko.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved