Breaking News:

Virus Corona di Gresik

Meski Status Virus Corona di Gresik Masuk Zona Oranye, Pemkab Tetap Fokus Menangani Kasus Covid-19

Kabupaten Gresik satu di antara wilayah Surabaya Raya yang kini menjadi zona oranye. Namun penanganan Covid-19 tetap menjadi fokus utama

TRIBUNMADURA.COM/WILLY ABRAHAM
Wakil Bupati Gresik, Mohamad Qosim saat meninjau dapur umum, Selasa (28/4/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, GRESIK - Kabupaten Gresik satu di antara wilayah Surabaya Raya yang kini menjadi zona oranye. Namun penanganan Covid-19 tetap menjadi fokus utama Kota Pudak.

Terbaru, menurut data Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Gresik, Sabtu (15/8/2020) kasus positif Covid-19 sebanyak 2.241. Sebanyak 1.574 pasien positif Covid-19 dinyatakan sembuh.

Jadwal Film dan Acara TV Trans TV SCTV RCTI GTV Minggu 16 Agustus 2020, Ada Salt dan Indiana Jones

22 ASN Pemkot Batu Terinfeksi Covid-19, 4 Meninggal Dunia, Puskesmas Hingga Desa Tetap Buka Layanan

Risma Keliling Warkop di Surabaya Sambil Teriak Berorasi Ingatkan Warga Disiplin Protokol Kesehatan

Wakil Bupati Gresik, Mohammad Qosim, menyebut Kabupaten Gresik tengah masuk zona oranye dari sebelumnya yang kategori zona merah.

“Saya berterima kasih kepada semua pihak terutama petugas kesehatan di Gresik yang sudah berhasil meningkatkan kesembuhan sampai lebih dari 70 persen. Keadaan ini yang membuat Gresik keluar dari zona merah menuju oranye. Insya Allah ke depan akan semakin baik,” ujar Mohammad Qosim, Sabtu (15/8/2020).

Selain Kabupaten Gresik, Kota Surabaya juga masuk dalam zona oranye dalam acara paparan hasil survei Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Jatim yang digelar di Balai Kota Surabaya beberapa waktu lalu.

Sementara itu, dalam perubahan APBD ini Pemkab Gresik masih memfokuskan anggaran untuk penanganan Covid-19. Salah satunya, RSUD Ibnu Sina butuh Rp 11 miliar sampai akhir tahun nanti.

Karena itu, dalam PAPBD 2020 ini, sejumlah rencana pembangunan daerah kembali tertunda. Sebab, anggaran yang ada masih difokuskan untuk sejumlah penanganan Covid-19.

Anggota Komisi IV DPRD Gresik, Khoirul Huda membenarkan anggaran di PAPBD masih difokuskan untuk penanganan Covid. Namun untuk rinci penggunaannya, pihaknya belum bisa menyampaikan.

Sebab, pembahasan rinci penggunaan anggaran itu baru akan dibahas di rapat komisi mendatang.

Katalog Promo JSM Indomaret 16 Agustus 2020, Pesta Diskon Kemerdekaan, Belanja Hemat, Hanya 3 Hari!

Katalog Promo JSM Alfamart 16 Agustus 2020 Ada Promo JSM Merdeka, Beli 2 Lebih Hemat, Tinggal 2 Hari

Mobil Carry Rombongan Pengajian Terbakar di Pamekasan, Disebabkan Korsleting Listrik di Bagian Mesin

“Kegunaannya yang jelas menguatkan program yang sudah ada. Mayoritas itu, meski ada sejumlah program baru untuk penanganan covid. Ini baru selesai di rapat Badan Anggaran (Banggar). Rincinya kami bahas di komisi nanti,” jelas Politisi PPP itu.

Direktur RSUD Ibnu Sina, dr Endang Puspitowati Sp.THT-KL, mengatakan kebutuhan dana sebesar itu untuk memenuhi uji sampel dalam skala besar. Kebutuhan paling mendasar yakni untuk membeli reagen.

"Rencananya dana itu untuk beli reagen karena kami belum ada dan untuk kebutuhan lain. Saat ini masih kami hitung,” ucapnya.

Endang menyebut, selain reagen, pihaknya juga butuh membeli salah satu komponen alat Polymerase Chain Reaction (PCR) bantuan dari BNPB.

Memang alat itu sempat beroperasi, tapi ada salah satu komponen yang sudah habis. Sehingga butuh pengadaan ulang.

"Untuk PCR dari APBD besok Selasa teknisinya datang, kami masih memesannya,” jelasnya.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved