Breaking News:

HUT RI 2020

Ngatimin, Sosok Mata-Mata Indonesia Bertaruh Nyawa Menyusup ke Tentara Belanda, Begini Nasibnya Kini

Masih jelas dalam ingatan Ngatimin saat ayahnya ditembak mati tentara Belanda saat menggandeng dirinya dan sang adik.

Tribun Solo/Adi Surya
Sosok mata-mata tentara Indonesia, Ngatimin Citro Wiyono (87) saat bercerita tentang kisahnya di kediamannya, Kaplingan RT. 

TRIBUNMADURA.COM - Sosok Ngatimin dulunya merupakan mata-mata yang membantu perjuangan Indonesia melawan penjajah.

Melalui aksinya, tentara Indonesia bisa mengetahui keadaan Belanda.

Kini Ngatimin masih berjuang untuk menghidupi kebutuhan hidupnya.

Ia tampak berkobar saat menceritakan masa lalu tentang perjuangannya melawan penjajah.

Masih jelas dalam ingatan Ngatimin saat ayahnya ditembak mati tentara Belanda saat menggandeng dirinya dan sang adik.

Niat Jahat Pria Setengah Abad Muncul saat Masuk Kamar Kos Janda Surabaya, Lihat Reaksi Anak Korban

Terbaru, Harga Oppo di Pertengahan Agustus 2020, Mulai Oppo A5, Oppo Reno Hingga Oppo Reno 4

Download Lagu MP3 Lesti - Kulepas Dengan Ikhlas, Lengkap Lirik dan Cara Download, Populer di Youtube

Saat itu, mereka tengah berlari di jalanan kampung halamannya, Desa Paulan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar untuk mencari tempat persembunyian.

Ayahnya tengah diburu tentara dan antek Belanda karena dianggap pejuang.

Ayahnya langsung tersungkur dan meninggalkannya dan sang adik sendirian di tengah jalanan kampung.

Begitulah memoar kematian sang ayah yang masih terpatri dalam ingatan Ngatimin Citro Wiyono (87), seorang pejuang.

Nadanya begitu emosional dan meninggi tatkala menceritakan kematian sang ayah saat Agresi Militer II tahun 1948.

Halaman
1234
Editor: Aqwamit Torik
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved