Breaking News:

Berita Pamekasan

Respons Baddrut Tamam Soal Wacana Pamekasan Jadi Dua Kabupaten: Setuju Asal Ada Kesepakatan Bersama

Baddrut Tamam memberikan tanggapan perihal wacana akan dimekarkannya Pamekasan menjadi 2 kabupaten untuk persiapan pembentukan Provinsi Madura.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam memberikan tanggapan perihal wacana akan dimekarkannya Kabupaten Pamekasan menjadi dua kabupaten untuk persiapan pembentukan Provinsi Madura.

Ia mengaku, hari ini kedatangan tamu dari Panitia Nasional Persiapan Pembentukan Provinsi Madura (PNP3M).

Kehadiran PNP3M ke Pamekasan ini kata dia meminta dukungan kepada pihaknya agar Pemkab Pamekasan bisa menyamakan sudut pandang yang sama untuk menjadikan Madura sebagai Provinsi.

Jokowi Hari Ini Launching BLT Rp 600 untuk 2,5 Juta Pekerja, Begini Cara Memastikan Dapat Bantuan

Segera Cek Saldomu, BLT Rp 600 Ribu untuk Pegawai Swasta Mulai Cair Hari Ini, Begini Cara Cek Namamu

Telah Cair, Bantuan Rp 2,4 Juta UMKM di Sampang Ternyata Bukan Pinjaman, Simak Cara Daftarnya!

Menurut Baddrut Tamam, bila Kabupaten Pamekasan akan dimekarkan menjadi dua kabupaten pihaknya membolehkan, namun harus ada kesepakatan bersama antara masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, ulama, DPRD Pamekasan dan seluruh jajaran Forkopimda.

"Kalau Pamekasan akan dimekarkan ya boleh. Negara kita ini kan lahir atas dasar kesepakatan yang sama karena ingin merdeka. Kalau Pamekasan memang mau dimekarkan ya mari sama-sama dimekarkan berdasarkan kesepakatan," kata Baddrut Tamam kepada sejumlah media saat ditemui di Kantor DPRD Pamekasan, Kamis (27/8/2020).

Politisi PKB ini menyatakan, mendukung apabila Madura ingin dijadikan Provinsi, namun sebelum diwujudkan harus ada kesepakatan bersama terlebih dahulu antara semua pihak untuk dibicarakan lebih dalam lagi.

Kata dia, sebagian syarat utama agar suatu wilayah itu bisa menjadi Provinsi harus memiliki lima kabupaten.

Sedangkan, Madura masih memiliki empat kabupaten.

"Saya usul barusan ke mereka, kalau misal jangan memekarkan kabupaten bagaimana? Tapi kita perjuangkan dahulu agar syaratnya di pusat bisa diubah jadi empat kabupaten saja untuk menjadikan Madura sebagai Provinsi," sarannya.

Dulu, kata Bupati yang akrab disapa Ra Baddrut ini, pengajuan administrasi perihal pembentukan Provinsi Madura mendapat penolakan dari Mahkamah Konstitusi (MK), sebab sebagian syarat yang diajukan oleh PNP3M masih ada yang belum lengkap, yaitu Madura masih memiliki empat kabupaten.

Namun, bila masyarakat, tokoh agama, ulama dan akademisi di Madura masih bersikukuh untuk menjadikan Madura sebagai Provinsi, pihaknya menyatakan akan ikut mendukung.

"Kalau kita berdasarkan kesepakatan bersama, ada keinginan Madura mau dijadikan Provinsi, ya ayok sama-sama berjuang," ajaknya.

Pamerkan Alat Vital ke Korban Jika Tak Diberi Uang, Pria Surabaya Langsung Diamankan Polsek Wiyung

Viral Pria Langsung Blokir Nomor WhatsApp Setelah Tahu Gebetan Berubah Jerawatan, Padahal Cuma Prank

Kabupaten Tuban Kembali Zona Merah, Jubir Gugus Ungkap Ada Perubahan Pola Penyebaran Covid-19

Saran Ra Baddrut, perjuangan untuk menjadikan Madura sebagai Provinsi ini harus dilakukan secara terus menerus dan pantang menyerah.

Kata dia, bila seseorang itu ingin mendapatkan sebuah kesuksesan maka harus tetap bangkit untuk berjuang.

"Ya ayok kita diskusi kalau memang Pamekasan mau dimekarkan. Apalagi jadi satu, jadi dua kabupaten silakan," tegasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved