Breaking News:

Berita Sumenep

Ayam Bekisar di Pulau Kangean Sumenep Semakin Langka, Harganya Capai Rp 7 Juta Per Ekor

Pulau Kangean di kabupaten Sumenep, Madura dikenal salah satunya karena ayam bekisar. Namun satwa ini mulai teramcam punah dengan situasi sekarang.

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Ayam bekisar (ayam hutan) asli pulau kangean Sumenep yang ditunjukkan saat safari kunjungan kerja (kungker) di Kecamatan Kangayan, Kamis (17/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Pulau Kangean di kabupaten Sumenep, Madura dikenal salah satunya karena ayam bekisar. 

Namun satwa ini mulai teramcam punah dengan situasi sekarang.

Ayam bekisar adalah ayam hutan asli dari pulau Kangean, Sumenep Madura.

Tes SKB CPNS 2019 Pemkab Tuban Diikuti Oleh 854 Peserta, Perebutkan 349 Formasi

Madura United Dapat Lampu Hijau Gunakan Stadion Gelora Ratu Pamelingan untuk Lanjutan Liga 1 2020

Madura United Akhirnya Dapat Izin Pakai Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan Asal Penuhi Syarat Ini

Ayam bekisar merupakan ayam hasil kawin silang antara ayam hutan dengan ayam kampung yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah.

Mahdan, salah satu warga Kecamatan Kangayan yang biasa menangkar ayam ini mengatakan, ayam dengan bulu-bulu berkilau dan suara yang unik itu harganya Rp 7 juta per ekornya.

"Harganya saya jual mulai dari Rp 4 - 7 juta," kata Mahdan saat ditanya TribunMadura.com, Kamis (17/9/2020).

Ayam bekisar dengan harga tersebut kata warga Desa Torjek ini, sudah dibilang hasil silang yang baik antara bekisar dengan betina kampung.

Bekisar yang sedang diternak saat ini kata Mahdan, ada sekitar sembilan ayam hutan atau sembilan pasang.

"Saya melakukan peternakan ayam hutan ini sejak tahun 1996," katanya.

Ia mengaku cara mengawinkan ayam hutan (bekisar) jantan dengan betina kampung dengan cara menipu, caranya ayam betina hutan diletakkan dalam sangkar dan merangsangnya.

Polisi Gagalkan Penyelundupan 38.200 Ekor Baby Lobster di Panggul Trenggalek, Dua Pelaku Diamankan

BREAKING NEWS - Jelang Piala Dunia U-20 Tahun 2021, Menpora Tinjau Renovasi Stadion GBT Surabaya

Satgas Covid-19 Diminta Tertibkan Pilkada Ponorogo, Bupati Ipong: Saya Siap Disanksi Kalau Melanggar

"Saat terangsang langsung betina kampung dikawinkan dengan cara duduk, biasanya bertelur hingga 12 telur dan menunggu hingga 21 hari menetas," tuturnya.

Ia merasa bersyukur dari hasil penangkaran satwa langka tersebut bisa menyekolahkan anaknya hingga ke perguruan tinggi.

"Alhamdulillah anak saya bisa kuliah di kota Pamekasan," ujarnya.

Selain warga lokal sendiri yang membeli dari hasil kawin silang ayam bekisar tersebut katanya, biasanya paling banyak yang memesan dari Bali dan Banyuwangi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved