Virus Corona di Jawa Timur

27 Dokter di Jawa Timur Meninggal Terpapar Covid-19, Terbanyak Dokter yang Buka Praktik Mandiri

Dari data yang dimiliki Satgas Covid-19 Jatim disebutkan bahwa, total saat ini ada 27 kasus dokter meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.

STRINGER/China EPA-EFE/STRINGER CHINA OUT
Dokter merawat pasien virus corona di Wuhan. 

TRIBUNMADURA.COM - Ketua Rumpun Kuratif Satgas Covid-19 Jatim Joni Wahyuhadi menegaskan bahwa tingginya kasus kematian pada tenaga kesehatan khususnya dokter di Jatim mayoritas bukan dokter yang merawat pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan.

Dari data yang dimiliki Satgas Covid-19 Jatim disebutkan bahwa, total saat ini ada 27 kasus dokter meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.

Rayakan HUT Ke-65 Satlantas, Kapolres Bangkalan Berharap Personel Satlantas Anti Pungli dan KKN

UPDATE CORONA: 11 Tenaga Kesehatan di RSUD dr Soedono Kota Madiun Terkonfirmasi Positif Covid-19

Santri Pesantren Al Izzah Kota Batu Dijadwalkan Swab Test Kali Kedua pada Akhir Bulan September 2020

Namun dari data yang ada, terbanyak justru adalah kasus dokter meninggal di luar rumah sakit rujukan.

Yaitu dokter praktik pribadi yang meninggal dunia karena Covid-19 ada sebanyak tujuh kasus setara 26 persen.

Kemudian ada sebanyak enam dokter Puskesmas yang meninggal dunia atau setara 22,2 persen.

Disusul kasus dokter spesialis yang meninggal akibat terpapar covid-19 sebanyak lima kasus atau setara 18,5 persen, dan kasus dokter UGD meninggal dunia akibat terpapar covid-19 ada sebanyak empat kasus setara 14,8 persen.

Selain itu, ada dua kasus PPDS meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 atau setara 7,4 persen.

Dari data itu disimpulkan Joni, angka kasus dokter yang meninggal dunia dengan kondisi terpapar covid-19 dengan posisi bertugas di luar penanganan di RIK adalah mayoritas. Bahkan hingga kini belum ada kasus dokter yang meninggal akibat terpapar Covid-19 karena bertugas merawat pasien di ruang isolasi khusus (RIK).

“Dari data kita bisa melihat bahwa kasus teman kita para dokter yang meninggal justru di luar RIK. Bahkan terbanyak yang buka praktik mandiri,” kata Joni, Senin (21/9/2020).

Untuk itu Joni berpesan bahwa perlu ada pembenahan sistem pelayanan yang dilakukan rumah sakit maupun tempat layanan kesehatan lainnya dalam menangani pasien agar tidak terpapar Covid-19.

Komedian Nunung Dirawat di RS dan Dikabarkan Positif Covid-19, Sang Adik Ungkap Kondisinya Kini

BREAKING NEWS - Polisi Tembak Mati Bandar dan Kurir Sabu Terbesar di Jawa Timur, Peluru Tembus Dada

Kekesalan Thari Lihat Sikap Dory Harsa dan Bawa Anak Pergi dari Rumah, Mantan Istri Beberkan Nafkah

“Yang ingin kita sampaikan bahwa kematian nakes tak bisa dilepaskan dari kematian secara umum. Di RSUD Dr  Soetomo saja, jumlah kematian berkorelasi dengan banyaknya kasus. Oleh karena itu, harus diturunkan kasusnya, caranya ya masyarakat harus taat protokol kesehatan,” tegas Joni dalam konferensi pers di Grahadi, siang.

Ia mengatakan hingga saat ini cukup banyak pula dokter yang tidak menggunakan APD lengkap karena menganggap pasien yang datang tidak membawa Covid-19. Menurut Joni ini sangat menghawatirkan mengingat saat ini angka kasus orang tanpa gejala (OTG) sangat tinggi.

“Artinya sebagian besar kawan saya tidak meninggal saat menangani pasien Covid-19 di RIK. Artinya di manapun harus menegakkan protokol kesehatan, karena banyak dokter praktek yang ignore,” tegas Joni.

Dan ia juga menegaskan agar seluruh dokter bersikap penuh kehati-hatian. Terutama bagi yang membuka jasa praktik di luar rumah sakit atau praktik mandiri.

“Tempat praktik harus jadi fokus karena 26 persen lho. Dan dokter praktik juga akan disupervisi oleh IDI agar nakes tempat praktik mendapat proteksi. Kemudian dokter komorbit harus tahu diri, proteksi harus ketat, dan rutin cek,” imbuhnya.

Sejumlah Jalan Raya di Pamekasan Dihujani Ribuan Liter Cairan Disinfektan dari Mobil Water Cannon

Per Hari Ini Penumpang KA Bisa Rapid Test di Stasiun Blitar dan Stasiun Jombang, Tarifnya Rp 85 Ribu

Resmi, Emil Dardak Ditugaskan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Pimpin Demokrat Jatim

Khusus di RS, ia meminta kepada para dokter untuk membuat ruang-ruang khusus penanganan Covid-19.

Ia mencontohkan di RSUD Dr. Soetomo, ada UGD untuk umum, kemudian UGD khusus Covid-19, dan ruang penapisan.

Dengan ini, maka tidak akan ada penularan dan memunculkan klaster rumah sakit.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved