Breaking News:

Berita Sampang

BPBD Sampang Siap Droping Bantuan Air Bersih ke Wilayah Desa Kering Kritis Mulai Pekan ini

Pendistribusian bantuan air bersih ke desa terdampak kekeringan kritis di Kabupaten Sampang dilakukan mulai pekan ini.

TRIBUNMADURA.COM/AFLAHUL ABIDIN
ilustrasi - BPBD Sampang Siap Droping Bantuan Air Bersih ke Wilayah Desa Kering Kritis Mulai Pekan ini 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - BPBD Sampang, Madura, mendistribusikan air bersih ke wilayah desa terdampak kekeringan kritis mulai pekan ini, Senin (21/9/2020).

Pendistribusian bantuan air bersih ke desa terdampak kekeringan kritis di Kabupaten Sampang dilakukan setelah SK dari Bupati Sampang sudah turun.

Dalam SK tersebut dijelaskan, pengajuan anggaran dana droping air bersih berjumlah sebesar Rp 140 juta.

Ratusan Keluarga Penerima Manfaat PKH di Pamekasan Madura Mengundurkan Diri, Ini Alasan di Baliknya

Daftar Mobil Pick Up Bekas dengan Harga Rp 50 Jutaan, Daihatsu Gran Max hingga Suzuki Pick Up Carry

Ngaku Polisi, Dua Pria ini Cegat Remaja dan Tuduh Naik Motor Ugal-Ugalan Lalu Rampas Kendaraannya

Kepala BPBD Sampang, Anang Djoenaidi mengatakan, sehubungan dengan tingginya anggaran bantuan air bersih, jumlah droping air ke 78 desa terdampak kering kritis juga akan bertambah.

Sebelumnya, satu desa mendapatkan tiga tangki air bersih sedangkan, musim ini sebanyak lima tangki perdesa.

Namun, dalam penyaluran air bersih ini terdapat wilayah desa yang diprioritaskan lantaran kondisinya lebih kering dibandingkan desa terdampak lainnya.

Selain lebih kering kritis, desa prioritas kondisnya jauh dari jangkauan titik air bahkan, dari pipa PDAM.

"Desa dipriortiaskan wilayah Kecamatan Sreseh, Kedungdung, Karang Penang dan Robatal, malah di Kecamatan Sreseh ada 12 desa kritis semua," ujarnya.

"Bila dimungkinkan kami akan mulai action hari selasa atau rabu," imbuh dia.

Sementara, terkait musim kemarau tahun ini di daerah Sampang kata Anang Djoenaidi, akan berakhir pada akhir tahun 2020 sesuai dari BMKG Surabaya.

Sedangkan, puncak musim kemarau jatuh pada bulan September.

"Kalaupun nanti ada informasi dari BMKG, musim kemarau ada perpanjangan ya kita perpanjang, wajib kita perpanjang droping," pungkasnya.

Inilah Besaran Gaji Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Ada Tunjangan Jabatan Juga

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved