Virus Corona di Sampang

Disdik Sampang Izinkan 50 Persen Siswa Ikuti KBM Tatap Muka di Kecamatan Sampang yang Berzona Kuning

Lembaga Sekolah yang berada di wilayah kecamatan berstatus zona kuning memperbolehkan 50 persen siswa mengikuti pembelajaran setiap harinya.

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang, Nor Alam 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka terbatas kembali digelar mulai awal pekan.

KBM tatap terbatas kembali dilanjutkan setelah setelah kurang lebih satu pekan kemarin diberhentikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Madura.

Adapun, sistem pembelajarannya tetap sama seperti KBM tatap muka sebelumnya.

Setiap sekolah tidak diperbolehkan menyuruh seluruh siswa mengikuti KBM tatap muka pada setiap harinya.

Sarung Batik yang Dipakai Sara Fajira dalam Pembuatan Video Klip Lagu Lathi Kedua dari Pamekasan

KBM Tatap Muka Terbatas di Kabupaten Sampang Kembali Dilanjutkan Setelah Sempat Dihentikan Sementara

Bhabinkamtibmas, Kepala Desa dan Babinsa Pamekasan Patroli Pasar, Pencegahan Kejahatan dan Covid-19

Sebab, berdasarkan arahan Pemerintah provinsi Jawa Timur, Lembaga Sekolah yang berada di wilayah kecamatan berstatus zona kuning memperbolehkan 50 persen siswa mengikuti pembelajaran setiap harinya.

Sedangkan, bagi wilayah kecamatan berstatus zona orange hanya 25 persen siswa yang harus mengikuti KBM setiap harinya.

Sehingga, pihak lembaga sekolah harus lebih ektra membagi waktu untuk menyamaratakan semua siswa mengikuti pembelajaran secara Luar Jaringan (Luring) tersebut.

Plt. Kepala Disdik Sampang, Nor Alam mengatakan, wilayah kecamatan yang memberlakukan 25 persen siswa mengikuti KBM tatap muka di setiap harinya hanya ada satu wilayah yakni, wilayah Kecamatan Sampang.

"Ditahap KBM tatap muka yang ke 2 kemarin wilayah Kecamatan Sampang berstatus zona orange dan saat ini penyebarannya tetap sama jadi, lembaga sekolah yang ada di Sampang memberlakukan 25 persen siswa," ujarnya kepada TribunMadura.com, Minggu (27/9/2020).

Kendati demikian, jumlah tersebut nantinya dapat berubah bila kondisi penyebaran Covid-19 di wilayah Kecamatan Sampang beralih ke zona kuning.

Sebab, Dinas Pendidikan Sampang akan terus melakukan evaluasi dengan cara berkoordinasi bersama Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Sampang.

​Embran Nawawi Desainer Kondang Jawa Timur Luncurkan Karya Terbarunya Mystical Elegance of East Java

Daftar Kekayaan Artis Calon Peserta Pilkada 2020, Lucky Hakim Rp 12.2 M, Paling Kaya Sahrul Gunawan

Bawaslu Bisa Rekomendasikan KPU Batalkan Paslon di Pilwali Blitar Jika Melanggar Protokol Kesehatan

"Saat ini masih uji coba otomatis evaluasi terus dilakukan," tegas Nor Alam

Begitupun, bagi lembaga sekolah yang menjalankan KBM tatap muka terbatas.

Sebab dalam uji coba ini hanya ada perwakilan beberapa sekolah di 14 Kecamatan se Kabupaten Sampang.

"Untuk jumlah lembaga sekolah yang dipilih menjalankan uji coba diantaranya, tingkat SMP diambil dua lembaga pada setiap wilayah kecamatan.

Sedangkan, tingkat SD jumlahnya mengikuti jumlah Gugus Tugas di setiap wilayah kecamatan," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved