Breaking News:

7 Desa di Sumenep Lockdown

Warga Masih Beraktivitas Normal Meski 7 Desa di Kecamatan Saronggi Sumenep Lockdown Lokal

Pemkab Sumenep, Madura melakukann pembatasan aktivitas sosial atau lockdown di tujuh desa yang tersebar Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura.

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Warga masih bisa keluar masuk tanpa diperiksa meski dijaga petugas di pintu utama akses jalan ke 7 desa yang dilockdown oleh Pemkab Sumenep, Jumat (2/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Pemkab Sumenep, Madura melakukan pembatasan aktivitas sosial atau lockdown di tujuh desa yang tersebar Kecamatan Saronggi.

Tujuh desa itu di antaranya, Desa Saroka, Desa Kebun Dadap Barat, Desa Kebun Dadap Timur, Desa Tanah Merah, Desa Langsar, Desa Tanjung dan Desa Pagar Batu, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep.

Lockdown lokal di tujuh desa Kecamatan Saronggi ini dilakukan sejak Senin 21 September 2020 hingga Minggu 4 Oktober 2020.

Namun, kebijakan lockdown tujuh desa di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep diterapkan demi menekan penyebaran virus corona, namun tampaknya masih kurang maksimal.

Hal itu terbukti dari aktivitas warga keluar masuk meskipun akses jalan utama ke tujuh desa yang dinyatakan zona merah telah ditutup dan dijaga ketat oleh para petugas.

BREAKING NEWS - Presiden Persik Kediri Abdul Hakim Bafaqih Positif Covid-19 Tanpa Gejala

Perlakuan Fadel Islami ke Falhan Abssar, Lihat Keakrabannya dengan Anak Nassar KDI dan Muzdalifah

Ibunda Sule Nangis saat Bertemu Nathalie Holscher, Putri Delina Singgung Soal Ibu, Sinyal Pelaminan?

Warga masih bisa keluar masuk tanpa diperiksa meski dijaga petugas di pintu utama akses jalan ke 7 desa yang dilockdown oleh Pemkab Sumenep, Jumat (2/10/2020).
Warga masih bisa keluar masuk tanpa diperiksa meski dijaga petugas di pintu utama akses jalan ke 7 desa yang dilockdown oleh Pemkab Sumenep, Jumat (2/10/2020). (TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA)

TribunMadura.com melakukan penelusuran pada hari Jumat (2/10/2020) di lokasi 7 desa yang di lockdown tersebut, sayangnya meskipun jalan utama telah ditutup dengan palang besi dan drum itu terlihat aktivitas truk, mobil pribadi, warga yang mengendarai sepeda motor keluar masuk tanpa diperiksa dan dicek suhu oleh petugas.

Bahkan disepanjang jalan raya menuju 7 desa tersebut banyak warga tanpa menggunakan masker lalu-lalang bebas.

Meskipun di desa tersebut ada pos jaga, seperti di desa Saroka dan lainnya itu tanpa ada petugas yang menjaga dengan ketat dan memeriksa suhu badan warga.

Salah satu penjual rujak di desa Saroka, Satnariya (56) mengakui jika warga biasa keluar masuk untuk membeli kebutuhan hidup sehari-hari dan mencari pakan sapi di luar desanya melalui jalan pintas (tikus) meskipun pintu utama ditutup dan dijaga oleh petugas.

BREAKING NEWS - Tercebur Resapan Ikan Lele Milik Tetangga, Bocah 3 Tahun di Kota Mojokerto Meninggal

Pilkada Surabaya 2020: Aparatur Sipil Negara dan Penyelenggara Pemilu Harus Junjung Teguh Netralitas

Tampil Memukau di Uji Coba Perdana Bersama Madura United, Rahmad Darmawan Puji Kualitas Bruno Lopes

"Kalau pintu utama ditutup memang, tapi warga biasa keluar masuk pak. Kan di jalan utara yang di tutup di pintu utama dibuka oleh petugas, ya mau makan apa kalau kita disini suruh diam di rumah," katanya sambil melayani pembeli rujak.

Halaman
12
Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved