Breaking News:

Berita Surabaya

Tolak Omnibus Law, Massa Gelar Salat Gaib Berjamaah di Gedung Grahadi, Anggap DPR RI Sudah Mati

Massa yang mengatasnamakan diri Aliansi Muhammadiyah Surabaya justru menggelar aksi salat Gaib berjemaah di areal Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya

TRIBUNMADURA.COM/YUSRON NAUFAL PUTRA
Massa yang mengatasnamakan diri Aliansi Muhammadiyah Surabaya menggelar salat Gaib di areal Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya. Aksi itu dianggap sebagai bentuk protes terhadap omnibus law atau UU Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Massa dari kelompok mahasiswa, pelajar dan kelompok masyarakat sipil yang tergabung dalam Gerakan Tolak Omnibus Law (Getol) Jawa Timur, mulai berdatangan di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (8/10/2020).

Namun, ada yang berbeda dari unjuk rasa kali ini.

Ya, Massa yang mengatasnamakan diri Aliansi Muhammadiyah Surabaya justru menggelar aksi salat gaib berjemaah di areal Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya.

Aksi itu dianggap sebagai bentuk protes terhadap omnibus law atau UU Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020).

Pemilik Akun FB Allby Madura yang Menghina Kiai Ponpes Karang Durin Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara

Tolak UU Omnibus Law, Aksi Unjuk Rasa di Surabaya Diwarnai Kericuhan, Pagar Gedung Grahadi Dijebol

Perjuangan Sule Sampai Subuh Demi Dapatkan Cinta Nathalie Holscher, Punya Keinginan Tambah 2 Anak

"Sebagai bentuk protes kami, DPR RI sudah mati dengan mengesahkan omnibus law UU Cipta Kerja," kata Salim selaku koordinator lapangan.

Ada ratusan orang yang menggelar salat gaib tersebut. Mayoritas dari mereka adalah pemuda, di antaranya mahasiswa.

Mereka juga membawa tandu khusus yang dianggap representasi dari protes mereka.

Salim mengatakan, omnibus law UU Cipta Kerja dianggap hanya akan menyengsarakan rakyat, terutama rakyat kecil. Sehingga patut diperjuangkan agar bisa dibatalkan.

Ayah Cabuli Anak Tirinya hingga Hamil 7 Bulan, Kecurigaan Ibu Terkuak, Sempat Dibawa ke Bidan dan RS

Mahasiswa Sampang Juga Tuntut Polisi Tuntaskan Kasus Kekerasan Seksual di Desa Penyerangan Torjun

Selama Tiga Pekan Bangkalan Bebas dari Zona Merah Covid-19, Begini Kata Kapolres Bangkalan

"Karena tidak pro rakyat," tegasnya.

Untuk diketahui, dari berbagai elemen menggelar aksi demontrasi besar-besaran di Gedung Negara Grahadi. Termasuk mahasiswa yang juga menyuarakan penolakan terhadap UU Cipta Kerja.

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved