Breaking News:

Berita Pamekasan

Tinggalkan Tembakau, Petani asal Pamekasan Sukses Raih Untung Berkat Buah Melon saat Masa Pandemi

Jamaluddin berhasil menggeluti dunia tanaman melon saat tanaman tembakau mengalami kemerosotan harga.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Jamaluddin, Petani Melon Pamekasan di Desa Artodung, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Selasa (13/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Meski dalam masa pandemi Covid-19, produktivitas pertanian holtikultura di Kabupaten Pamekasan, Madura, tampak tidak berpengaruh.

Hal ini terbukti dari keberhasilan Jamaluddin, yang baru menapaki dunia pertanian berupa menaman tanaman melon.

Pria asal Desa Artodung, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan ini, sukses panen petik buah melon dengan masa tanam selama kurang lebih 2 bulan.

Baca juga: Kaya Manfaat, Kambing Senduro Jadi Usaha Primadona Peternak Lumajang saat Pandemi Virus Corona

Baca juga: DLH Pamekasan Pilih Program TPS3R dalam Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan Dibanding Bank Sampah

Baca juga: Suami Syok Pergoki Istri Bugil di Dalam Kamar Bersama Pria Lain, Langsung Bacok Kepala Tetangganya

Ia mengaku, memilih mengembangkan budidaya melon karena selama ini sektor pertanian, khususnya tanaman tembakau sudah dua dekade mengalami kemerosotan harga yang sangat signifikan.

Jamaluddin menilai, dengan keadaaan itu,  tanaman tembakau sudah tidak lagi menguntungkan bagi petani.

"Dasar masalah itu kami berinisiatif dengan membaca peluang yang ada, bahwa sektor holtikultura lah yang sanggup atau bisa memberikan nilai ekonomis yang baik untuk peningkatan ekonomi kerakyatan," kata Jamaluddin saat ditemui di kebun melonnya, Selasa (13/10/2020).

Meski Jamaluddin masih beberapa bulan menapaki dunia pertanian holtikultura, dari 1/2 hektar tanaman melon miliknya, sebanyak 90 persen tumbuh sehat dan tidak dimakan hama.

Bahkan, hasil panen melon kali ini mencapai hingga 3 ton lebih dari semua jenis melon, dengan rata-rata berat per buah sekitar 2-3 kg.

Berdasarkan hasil perhitungan kata dia, total biaya yang dikeluarkan untuk budidaya tanaman melon itu mencapai sekitar Rp 60 juta, biaya tersebut sudah termasuk biaya perawatan.

Baca juga: Kaca Mobil Ketua KPU Ponorogo Dirusak Orang Tak Dikenal di Jalan, Munajat Lihat Pelaku Pakai Motor

Baca juga: Awal Mula Peringatan Hari Tanpa Bra Sedunia, Kampanye Tingkatkan Kesadaran soal Kesehatan Payudara

Jamaluddin, Petani Melon Pamekasan (kanan) saat mengecek buah melon di kebunnya yang berada di Desa Artodung, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Selasa (13/10/2020).
Jamaluddin, Petani Melon Pamekasan (kanan) saat mengecek buah melon di kebunnya yang berada di Desa Artodung, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Selasa (13/10/2020). (TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN)
Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved