Sebaiknya Jangan Asal Campur Pertamax dengan Premium atau Pertalite pada Kendaraan, ada Bahaya Fatal

Menurut sejumlah ahli di bidang teknik permesinan, mencampur Pertalite dan Pertamax bisa menghasilkan efek buruk pada mesin.

Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA/HANGGARA PRATAMA
Kendaraan truk yang akan mengisi solar saat antre panjang di SPBU Jalan Jaksa Agung Suprapto Sampang, Senin (18/11/2019). 

Puput menambahkan, untuk kendaraan bermesin diesel, sebaiknya gunakan Pertadex yang sudah berstandar Euro 3 atau Pertadex HQ.

"Jadi, masyarakat atau konsumen yang beli Bahan Bakar tersebut, jangan merasa mahal. Bisa dibandingkan, antara Premium dengan Pertamax," kata Puput.

Puput menjelaskan, jarak tempuh kendaran yang menggunakan Pertamax akan lebih jauh dari yang menggunakan Premium.

Jadi, sekalipun Premium harganya lebih murah, tapi begitu digunakan di kendaraan, Pertamax akan mencapai jarak yang lebih jauh.

Sehingga, nanti ongkos per kilometer dari perjalanan kendaraan tadi akan sama.

"Jika begitu, kan lebih baik gunakan yang bagus sekalian. Bahan Bakar yang bagus juga tidak akan merusak kendaraan. Jika pakai Bahan Bakar yang berkualitas rendah, bisa menyebabkan knocking atua mesin mengelitik," ujar Puput.

Puput menyebutkan bahwa mesin mengelitik akan menyebabkan detonasi dan beresiko untuk merusak piston.

Harga penggantian suku cadang seperti piston juga tidak murah, baik untuk mobil maupun motor.

Sebagian berita ini telah tayang di Artikel ini telah tayang di laman Otomotifnet dengan judul Mencampur Premium dan Pertamax Malah Bikin Mesin Berkerak, Ini Sebabnya

Artikel ini telah tayaang di Tribun Jual Beli

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved