Sebaiknya Jangan Asal Campur Pertamax dengan Premium atau Pertalite pada Kendaraan, ada Bahaya Fatal

Menurut sejumlah ahli di bidang teknik permesinan, mencampur Pertalite dan Pertamax bisa menghasilkan efek buruk pada mesin.

Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA/HANGGARA PRATAMA
Kendaraan truk yang akan mengisi solar saat antre panjang di SPBU Jalan Jaksa Agung Suprapto Sampang, Senin (18/11/2019). 

Bahkan, dampak jangka panjangnya terbilang cukup mengerikan.

Alih-alih mendapatkan oktan yang lebih tinggi, justru akan menghilangkan sejumlah fitur tambahan yang ada di Pertamax.

Contohnya, Pertamax memiliki kandungan yang bisa membersihkan kerak pada mesin, jika dicampur unsur tersebut akan hilang.

Baca juga: Siasat Debt Collector Tagih Utang Ibu Rumah Tangga, Coret Rumah Pakai Pilox, ada Fakta Mengejutkan

Baca juga: Pemilik Warung Kopi Sediakan Layanan Wanita Penghibur untuk Pelanggan, Patok Biaya Rp 150 Ribu

Proses pembakaran juga tidak berjalan dengan optimal dan semestinya, karena kedua bahan yang berbeda akan saling bercampur.

Sedang untuk jangka lama, mesin akan mengalami knocking atau ngelitik.

Selain itu, sejumlah kendaraan terbaru memiliki sensor deteksi Bahan Bakar yang lebih canggih.

Sensor ini akan mendeteksi jika Bahan Bakar memiliki kandungan yang bukan semestinya.

Jika ada pencampuran Bahan Bakar yang berbeda, indikator tersebut akan menyala.

Jadi, sangat tidak dianjurkan untuk mencampurkan kedua Bahan Bakar tersebut karena akan menurunkan performa mesin bahkan bisa berdampak buruk pada kerusakan mesin dalam jangka panjang.

Jika ingin berganti Bahan Bakar, usahakan tangki bensin benar-benar kosong terlebih dahulu.

Dari beberapa negara yang ada di Asia Tenggara dan sekitarnya, hanya Indonesia yang masih menyediakan Bahan Bakar berkualitas rendah.

Secara harga memang lebih murah, namun ternyata jika dihitung jangka panjang kenyataannya berbeda.

Ahmad Safrudin, Direktur Eksekutif KPBB (Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), mengatakan bahwa Bahan Bakar berkualitas rendah yang dimaksud adalah Premium, Pertalite, Solar (CN 48), dan Dexlite.

"Bahan Bakar yang bagus itu setara dengan Pertamax dan Pertamax Turbo. Pertamax sudah sesuai dengan standar Euro 2 dan Pertamax Turbo sudah sesuai dengan Euro 4," ujar pria yang akrab disapa Puput tersebut, di Sarinah, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved