Breaking News:

Menaker Minta Dana BLT Subsidi Gaji Rp 8 Triliun Dikembalikan ke Rekening Kas Negara, Ada Apa?

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menyatakn, Rp 8 triliun dari dana BLT subsidi gaji dikembalikan lagi ke negara karena tak semua memenuhi syarat.

Shutterstock
Ilustrasi uang. 

TRIBUNMADURA.COM - Pemerintah mengalokasikan BLT subsidi gaji sebesar Rp 37,7 triliun pada 15,7 juta pekerja yang terdampak Covid-19 dan terdaftar pada BPJS Ketenagakerjaan.

Namun, menurut Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, sebesar Rp 8 triliun dari dana BLT subsidi gaji dikembalikan lagi ke negara. Sebab tak semuanya memenuhi syarat.

Simak penjelasannya dalam artikel berikut ini dan baca hingga tuntas.

Baca juga: Jangan Sampai Hangus! Begini Cara Mencairkan Dana Banpres Produktif atau BLT UMKM Rp2,4 juta ke Bank

Baca juga: BREAKING NEWS - Ribuan Buruh Siang ini Kepung Grahadi Surabaya, Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja

Baca juga: Nikita Mirzani Peluk Manja Hotman Paris, Pasrah Diajak Terserah Abang, Sang Pengacara: Tolong!

Baca juga: Arema FC dan Madura United Gelar Latihan Bersama Secara Tertutup

Baca juga: Sebulan Operasi Yustisi Protokol Kesehatan di Kota Malang, Jaring Sebanyak 469 Pelanggar Kena Sanksi

 

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah telah menyalurkan gaji tambahan Rp 1,2 juta kepada 9 juta pekerja.

Ida menuturkan bahwa bantuan tersebut diminta dikembalikan bila pekerja tersebut tidak memenuhi syarat penerima BLT.

"Pekerja yang tidak memenuhi persyaratan yang tertuang dalam Permenaker No 14 Tahun 2020, namun telah menerima bantuan, maka yang bersangkutan wajib mengembalikan bantuan tersebut ke rekening kas negara," tegas Ida, Rabu (9/9/2020).

Kementerian Ketenagakerjaan telah menerima data calon penerima bantuan subsidi gaji atau upah (BSU) sebanyak 3,5 juta dari BPJS Ketenagakerjaan untuk tahap III.

Serah terima data ini sebagai lanjutan serta pelengkap data penerima BSU yang telah dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan sebelumnya.

“Jumlah data calon penerima subsidi gaji atau upah yang diserahkan kepada kami sebanyak 3,5 juta. Jadi ini lebih besar dibandingkan tahap I dan II,” kata Ida.

Lalu Ida mengatakan dengan diserahkannya 3,5 juta data dari BPJS Ketenagakerjaan pada hari ini, maka total data calon penerima BSU dari tahap I, II, dan III adalah 9 juta.

“Saat ini data yang diterima dari tahap I dan II sebagian telah berhasil disalurkan kepada penerima dan sebagian lainnya masih dalam proses,” ucap Menaker Ida.

Untuk mekanisme penyaluran BSU tahap III,menurut Ida masih sama dan tak ada perbedaan dengan sebelumnya.

Mekanismenya yaitu data yang telah diserahterimakan akan dilakukan check list oleh Kemnaker terlebih dahulu.

Setelah dilakukan check list, data tersebut akan diserahkan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

“Kemudian KPPN menyalurkan uang subsidi gaji/upah tahap III tersebut kepada Bank Penyalur, yakni bank yang masuk menjadi anggota HIMBARA,” lanjut Menaker Ida.

Bank-bank HIMBARA menyalurkan uang BSU ke rekening penerima secara langsung, baik itu rekening bank sesama bank Himbara, maupun rekening bank swasta," tutupnya.

Artikel ini telah tayang di Waduh Amsyong Nih, BLT Subsidi Gaji Sudah Cair Eh Menaker Minta Dikembalikan Lagi, Kenapa?

Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved