Breaking News:

Berita Lamongan

Mantan Calon Kades Lamongan Jual Sabu karena Pandemi, Pengalaman Belajar Sistem Ranjau dari Madura

Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Lamongan kerja bareng seorang pemasok menjadi pengedar dan pemakai narkotika jenis sabu.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/HANIF MANSHURI
Dua tersangka pengedar dan pemakai sabu - sabu, Anang Winarno dan ASN Narto saat digiring ke Polres Lamongan, Kamis (5/11/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, LAMONGAN - Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Lamongan kerja bareng seorang pemasok menjadi pengedar dan pemakai narkotika jenis sabu.

Modus tersangka ASN, Narto (38) warga Sumberejo Lamongan dan Anang Winarno (40) cukup licin dan membuat lelah anggota Satreskoba Polres Lamongan.

Sebabnya, penjualan sistim ranjau yang dipraktikkan Anang, warga Nginden Gang 5 Surabaya ini.

Baca juga: Bangkalan Diterjang Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Permukiman Terendam Banjir dan Pohon Tumbang

Baca juga: Pelanggar Protokol Kesehatan di Kota Kediri Diberi Teguran Tertulis, Satpol PP Sasar Kafe dan Warkop

Baca juga: Tim Wasrik Itwasda Polda Jatim Datangi Polres Pamekasan, Lakukan Pengawasan Kinerja Anggota

Baca juga: Cut Meyriska Curiga Roger Danuarta Tak Kunjung Pulang hingga Jemput Suami: dari Pagi Sampai Malem

Informasi yang dihimpun TribunMadura.com, untuk satu kali masuk Lamongan, Anang menyebar sabu-sabu yang sudah dikemas dalam potongan sedotan di 22 titik dalam Kota Lamongan.

Narto, ASN yang ditugasi sebagai tukang sapu di Alun-alun dan jalan Laras Liris ditangkap anggota Sat Reskoba ketika sedang mengambil barang haram di pot bunga di jalan Kusuma Bangsa.

Tertangkapnya Narto ini kemudian perkembang ke pemasok bernama Anang Winarno, laki - laki kelahiran Lamongan, yang kini tinggal di Surabaya, Kamis (5/11/2020).

"Modus pemasok manjalaninya dengan sistim ranjau," kata Kapolres Lamongan, AKBP Harun didampingi Kasat Reskoba Polres Lamongan, Iptu Akhmad Khusen, Kamis (5/11/2020).

Ketika Anang ditangkap di rumahnya, polisi hanya mendapati satu barang bukti yang dikemas dalam sedotan.

Anang yang didapati menjadi pemasok, kemudian dikeler ke Lamongan. Dan diluar dugaan, Anang menunjukkan semua tempat sabu-sabu yang sudah disebarnya.

Baca juga: Pembunuhan Sadis di Gresik, Bocah Inisial S Buang Aril di Bukit Jamur Dalam Kondisi Tangan Terikat

Baca juga: Bupati Pamekasan Launching 2000 Beasiswa Santri saat Acara Maulid Nabi, Berharap Ada Santri Hafiz

Baca juga: Pihak Kemenag Kabupaten Kediri Kabulkan Semua Permintaan Demonstran Terkait Pemotongan Dana BOS

Baca juga: Akhirnya Sule Jawab Isu Nathalie Holscher Punya Anak dan Pernah Menikah: Nggak Ada Manusia Sempurna

Polisi dibuat ngos-ngosan, karena sabu - sabu itu diletakkan di 22 titik. Di antaranya Jalan Sunan Giri, Pahlawan, Kalikapas, Pangliman, Veteran dan Jalan Sudirman.

Sabu-sabu dalam kemasan itu diletakkan atas rumput, vas bunga, di bawah pohon dan pagar rumah warga.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved