Breaking News:

Demo Guru di Kemenag Kediri

Pihak Kemenag Kabupaten Kediri Kabulkan Semua Permintaan Demonstran Terkait Pemotongan Dana BOS

Pihak Kemenag Kabupaten Kediri akhirnya penuhi tuntutan dari Guru MI, MTS dan MA yang melakukan aksi demonstrasi atas dugaan pemotongan dana BOS.

TRIBUNMADURA.COM/FARID MUKARROM
Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Kediri, Enim Hartono. 

TRIBUNMADURA.COM - Pihak Kemenag Kabupaten Kediri akhirnya penuhi tuntutan dari Guru MI, MTS dan MA yang melakukan aksi demonstrasi atas dugaan pemotongan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah).

Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Kediri Enim Hartono mengatakan bahwa semua tuntutan mereka sudah dipenuhi oleh Kementerian Agama.

"Saya atas nama pribadi berterimakasih kepada semua pihak, akhirnya suara kita bisa didengar oleh langit (Kemenag Pusat)," ucapnya.

Menurut Enim Hartono secara umum bahwa kondisi ini (Pemotongan BOS) juga hampir terjadi di berbagai macam daerah di Indonesia namun kondisinya berbeda - beda.

Baca juga: Jubir Aksi Demonstrasi Guru dan Kepala Madrasah di Kemenag Kediri Ungkap Masalah Pemotongan Dana Bos

Baca juga: Protes Hotman Paris Setelah Dijadikan Meme Hotman Medan Terkait Pemboikotan Produk dari Perancis

Baca juga: UPDATE 4 November: Ada 79 Kasus Aktif Covid-19 di Kota Surabaya, Sebagian Besar Orang Tanpa Gejala

"Saya contohkan kondisinya kita usul BOS 40 siswa namun yang direalisasikan dari pusat ini cuman 30. Kemudian 30 ini kami bagi 20 untuk negeri dan 10 untuk swasta. Kondisi seperti ini yang seolah-olah kita memotong sebesar 50%. Padahal yang benar terjadi adalah kekurangan, dari kekurangan ini kemudian kami sampaikan kepada Kemenag Pusat.

Alhamdulillah dari pihak Kementerian Agama pusat sudah mau memenuhi tuntutan para guru yang insyaallah akan cair pada bulan November," jelasnya.

Kemudian saat ditanya mengenai sosialisasi yang diberikan oleh Kemenag Kabupaten Kediri soal pemotongan kuota BOS ini, ia meminta maaf karena belum bisa maksimal dalam Menyampaikannya.

"Kami sudah melakukan sosialisasi dengan berbagai macam tahapan. Apabila dalam penyampaian ini belum maksimal itu wajar karena jumlah madrasah di Kabupaten Kediri ada 657 madrah dengan kondisi geografis yang berbeda. Jika ada yang merasa belum mendapatkan informasi saya meminta maaf," ungkap Enim Hartono.

Baca juga: Bertambah, Jumlah Kelurahan di Kota Surabaya Nol Kasus Covid-19 Ada 100, Pemkot: Harus Tetap Waspada

Baca juga: Akhirnya Sule Jawab Isu Nathalie Holscher Punya Anak dan Pernah Menikah: Nggak Ada Manusia Sempurna

Baca juga: Dari Ratusan Penganut Aliran Syiah, 21 di Antaranya Tolak Ikuti Ikrar untuk Kembali ke Ajaran Aswaja

Kemenag Kabupaten Kediri bantah pemotongan 100 Ribu Tanpa Dasar

Sementara itu terkait pemotongan dana sebesar 100 ribu yang diketahui sudah dibatalkan oleh DPR RI, pihak kemenag Kabupaten Kediri berdalih belum dapat keputusan resmi dari Pusat.

"Terkait pembatalan itukan info datangnya dari media, kalau kami belum dapat salinan surat mengenai perubahan itu," terangnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved