Breaking News:

Berita Sumenep

Jelang Tutup Tahun, Realisasi Serapan Anggaran APBD Sumenep 2020 Baru 60 Persen

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menyatakan, realisasi serapan APBD 2020 sampai November baru mencapai 60 persen.

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, Edy Rasiyadi. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Pemkab Sumenep menyatakan, realisasi serapan APBD 2020 sampai November baru mencapai 60 persen.

Rendahnya serapan anggaran ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah ( Sekda ) Kabupaten Sumenep, Edy Rasiyadi akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Baca juga: BREAKING NEWS - Bayi Gosong Terbakar di Tumpukan Kayu, Polisi Masih Telusuri Apakah Sengaja Dibakar

Baca juga: Madura United Minta Jaminan Kompetisi Liga 1 Digelar Februari: Jika Tidak, Ada Risiko Klub Mundur

"Memang baru mencapai 60 persen lebih, kendalanya pada regulasi yang berubah-ubah dan pandemi," kata Sekdakab Sumenep, Edy Rasiyadi pada hari Rabu (18/11/2020).

Meski demian, pihaknya tetap optimiostis sisa waktu satu bulan ke depan serapan anggaran minimal mencapai 80 persen.

Edy Rasiyadi mengatakan, untuk program yang belum tuntas mayoritas pada pekerjaan fisik, salah satunya pembangunan rumah sakit di Arjasa Pulau Kangean.

"Pekerjaan fisik ini masih berlangsung, makanya serapan anggaran terkesan belum maksimal," katanya.

Dengan sisa waktu sebulan kedepan ini katanya, pihaknya berjanji akan memaksimalkan sisa waktu yang ada.

"Sisa waktu ini kami akan memaksimalkan realisasi anggaran, insya Allah bisa," terangnya.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, Indra Wahyudi mendesak Pemkab Sumenep lebih bekerja keras menyerap APBD Perubahan tahun 2020 ini

Menurut Indra Wahyudi, hasil rapat paripurna internal DPRD Sumenep perihal penyampaian hasil evaluasi gubernur terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Perubahan tahun 2020 ini telah final.

"Ini salah satu cara semangat kami, baik dari TAPD, eksekutif dan legislatif untuk mempercepat proses realisasi program APBD Perubahan tahun 2020 itu," kata Indra Wahyudi.

Pihaknya mengakui, proses Raperda APBD Perubahan tahun 2020 saat ini mengalami pelambatan dibandingkan dengan tahun lalu dan diharapkan tidak berdampak pada realisasi agenda pengerjaannya.

"Jangan sampai kemudian seperti tahun lalu dengan proses pembahasan cepat tapi banyak anggaran yang kendor. Seperti pencairan 70 persen masih tersisa 30 persen, ini yang tentunya menjadi catatan agar tahun ini cepat direalisasikan," terangnya.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved