Virus Corona di Tulungagung

Ledakan Kasus Covid-19 di Kecamatan Kedungwaru Tulungagung, Desa Rejoagung Mengandalkan Relawan

Terjadi ledakan kasus Covid-19 di empat desa di Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung.

Penulis: David Yohanes | Editor: Elma Gloria Stevani
Istimewa
TNI, Polri dan unsur pemerintahan melakukan penyemprotan di Desa Rejoagung, kecamatan Kedungwaru. 

TRIBUNMADURA.COM, TULUNGAGUNG - Terjadi ledakan kasus Covid-19 di empat desa di Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung.

Empat desa itu adalah Desa Rejoagung, Kedungwaru, Gendingan dan Ngujang.

Dari empat desa itu, kondisi Desa Rejoagung dianggap yang paling parah.

Sebab menurut data yang masuk ke Kecamatan, sekurangnya ada 25 orang yang dinyatakan positif Covid-19.

Menurut Kepala Desa Rejoagung, Mukaji, hanya ada tiga gang yang dijaga dengan ketat.

Baca juga: Kantor Pelayanan Pajak Daerah Ponorogo Lockdown, Satu Staf BPPKAD Meninggal Seusai Terpapar Covid-19

Baca juga: Aliansi Jogo Malang Nyatakan Sikap Tolak Kedatangan Habib Rizieq Shihab, Ternyata Hal ini Alasannya

Baca juga: Satu Karyawan Terpapar Covid-19, Seluruh Staf DLH Kabupaten Situbondo Dilakukan Rapid Test

Baca juga: Bayi masih Terdapat Ari-ari Ditemukan Dalam Bungkusan Kardus Bekas, Polisi Telusuri Jejak Orang Tua

“Jadi tidak diseluruh desa, tapi hanya di lingkungan warga yang terkonfirmasi. Ada tiga gang yang kami jaga,” ujar Mukaji, Jumat (27/11/2020).

Kondisi saat ini lebih buruk dibanding saat masa awa pandemi virus corona.

Namun berbekal pengalaman sebelumnya, warga secara luas tidak menghendaki portalisasi.

Sebab jika dilakukan portalisasi, maka akan terkesan menyeramkan dan lebih merepotkan.

Karena itu pihak desa mengandalkan para relawan untuk melakukan penjagaan.

Mereka yang bertugas mengantisipasi orang lain yang akan masuk ke lingkungan warga terkonfirmasi.

Selain itu para relawan juga bertugas memastikan tidak ada kontak dengan agar tidak terjadi penularan.

“Selain itu seluruh kegiatan yang mengumpulkan orang harus dihentikan. Semata-mata supaya tidak ada kontak,” tutur Mukaji.

Masih menurut Mukaji, pemahaman masyarakat tentang Covid-19 sudah baik, sehingga mereka tahu apa yang harus dilakukan agar tidak terjadi penularan Covid-19.

Baca juga: Viral Pria Usia 29 Tahun Nikahi Nenek 76 Tahun di Ponorogo, Kisah Cinta Berawal dari Kecocokan

Baca juga: BREAKING NEWS Seorang Pemuda Tergeletak di Jalan Tembaan Surabaya dengan Kondisi Luka Robek di Dada

Baca juga: BREAKING NEWS - Bonceng Tiga Pakai Beat, 3 Orang Tewas Tabrak Truk di Jalan Raya Dumajah Bangkalan

Baca juga: Pemotor Boncengan 3 Tewas Tabrak Truk di Jalan Raya Dumajah Bangkalan, Pengemudi Beat Diduga Ngantuk

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved